SOLOK - Dalam sepekan kemren, empat rumah hancur dihantam longsor di Kabupaten, Solok Sumbar. Longsor pertama terjadi di kawasan Cubadak Air Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Sabtu (18/4/2020) yang menyebabnya terputusnya arus lalu lintas Padang-Solok-Solok Selatan. Longsor terakhr terjadi Sabtu (25/4/2020) longsor kembali terjadi di Kabupaten Solok tepatnya di Kecamatan X Koto Diatas.
Selain memutus arus lalu lintas di jalan provinsi Sulit Air-Pasilihan dan Ombilin, longsor ini juga menyebabkan dua rumah hancur. Dalam sepekan, empat rumah warga hancur karena longsor.
"Benar, longsor terjadi di dua titik sepanjang Sabtu dan Minggu," ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, Armen AP, Minggu (26/4/2020).
Pertama, longsor menghantam Jorong Siaru Nagari Sulit Air pada Sabtu (25/4) jam sekitar pukul 22.00. Akibatnya dua rumah hancur, yakni rumah Syamsurijal (36) dan Farida (56). Kedua rumah tersebut berlokasi di Gunung Siaru.
"Kerugian ditaksir Rp150 juta lebih," jelas Armen AP.
Pada Minggu (26/4) jelas Armen AP, longsor juga terjadi di jalur Linawan Pasilihan dan Siaru Sulit Air. Lonsoran tebing turun ke jalan pada jalur Linawan -- Pasilihan. Ini merupakan jalur provinsi karena juga menghubungkan Suliat Air dengan Ombilin, kecamatan Rambatan, Tanah Datar.
"Longsor ini akibat debet hujan yang terlalu besar," jelas Armen AP.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok Syaiful, yang menerima informasi tersebut segera menghubungi UPTD 4 Dinas PUPR Provinsi Sumbar. Karena ini jalan provinsi.
"Petugas dari UPTD 4 Dinas PUPR Provinsi Sumbar sudah meninjau lokasi," ujar Syaiful, Minggu (26/4).
Editor : Berita Minang






