PADANG - Setidaknya hampir 2.500 perantau Minang pulang sejak imbauan perantau jangan pulang dulu disampaikan Gubernur Irwan Prayitno. Melihat fenomena itu, akhirnya Pemprov bersama kabupaten/kota akan mempeketat 9 jalur masuk Sumbar, termasuk di Bandara Internasional Minangkabau.
Langkah memperketat itu, dengan melibatkan petugas keamanan, seperti TNI dan Polri. Mereka diharapkan lebih bisa memantau orang masuk ke Sumbar. "Kita perkirakan ada 2.500 orang tiap hari. Ini harus diperiksa ketat ke depan," sebut Gubernur Irwan Prayitno melalui Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar, Jasman Rizal, Minggu (29/3) dilansir dari hariansinggalang.
Dikatakannya, kedatangan 2.500 orang lebih itu masuk melalui 9 pintu masuk, terbesar melalui jalur udara (Bandara Internasional Minangkabau ). Dengan itu, meski BIM tidak dapat ditutup, maka proses pemeriksaan yang diperketat. Jika ada kesehatan perantau mencurigakan, makan dikarantina. Begitu juga jalur darat.
Data mudik dini perantau Minang ini didukung oleh pernyataan Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan saat jumpa pers secara online lewat aplikasi zoom dengan wartawan Sumbar, Minggu malam (29/3/2020). Disebutkan Sutan Riska, sebagai Bupati yang wilayah berada perbatasan Sumbar-Jambi, pihaknya di lokasi perbatasan Kecamatan Sungai Rumbai, melakukan pengecekan kepada setiap orang yang datang dari luar daerah. Baik yang menggunakan kendaraan umum, maupun kendaraan pribadi.
"Hanya dalam waktu 3 hari beroperasi, hingga Kamis, 26 Maret 2020 saja, sudah 26 bus dari Jakarta yang masuk ke Sumbar lewat pintu masuk Dharmasraya. Sementara untuk kendaraan pribadi, hampir 100. Terutama malam, luar biasa banyak mobil pribadi yang masuk. Sehingga kami juga cukup kesulitan menghentikan satu persatu," ujar bupati.
Selain itu, kata bupati, petugas di posko juga dihadapkan dengan persoalan dimana ada diantara pendatang itu yang marah ketika akan diperiksa. "Sementara di sisi lain, kita ada ketakutan, sebab orang-orang ini tidak diketahui secara mendetail, apakah positif atau tidak terinfeksi Covid-19," papar bupati. (Jen/MR)
Editor :






