Namun, Aurelia tidak ingin perjalanan musiknya semata-mata membuat publik mengenal dirinya. “Honestly, it’s less about me and more about the songs,” katanya, menegaskan bahwa ia ingin karya-karyanya menjadi seperti benih yang suatu hari dapat tumbuh, berbunga, dan berbuah bagi orang lain.
Melalui “Selalu Ada”, Aurelia tidak menawarkan kisah tentang seseorang yang telah menjadi sempurna setelah melewati penderitaan. Ia justru memperkenalkan dirinya sebagai seseorang yang masih terus belajar, terus berkarya, dan berusaha menghasilkan musik yang lebih baik.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Pada akhirnya, pesan yang ingin ditinggalkan Aurelia sederhana tetapi kuat: Tuhan selalu ada, bahkan ketika manusia tidak menyadarinya. “Selalu Ada” menjadi ruang bagi keyakinan tersebut untuk bergerak dari pengalaman pribadi menuju pendengar yang mungkin sedang membutuhkan sedikit penguatan untuk kembali percaya bahwa segala sesuatu akan indah menurut waktu-Nya.(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)
Editor : Marjeni Rokcalva






