Bagi Aurelia, setiap lagu adalah “a piece of me, frozen in time”, potongan dirinya yang diabadikan dalam sebuah karya. Ia mengibaratkan songwriting seperti menulis diary, tetapi dalam bentuk lagu, sekaligus menjadi cara untuk menyimpan kekuatan yang dapat ia temukan kembali ketika suatu hari menghadapi masa sulit.
Kejujuran dalam berkarya juga tidak berarti Aurelia harus membuka seluruh kehidupan pribadinya. Melalui permainan kata, ia dapat menentukan bagian mana yang ingin disampaikan secara eksplisit dan mana yang sengaja dibuat implisit, sehingga lagu tetap personal tanpa menghilangkan ruang privasi.
Kecenderungan menjadikan musik sebagai ruang bercerita bermula dari pengalaman sederhana ketika Aurelia melihat salah seorang terdekatnya mengarang lagu. Sebagai pribadi yang cenderung sulit membuka diri secara langsung, ia kemudian menemukan bahwa lagu memberinya kebebasan untuk bercerita dengan kata-katanya sendiri dan dengan caranya sendiri.
Dalam proses mengembangkan kemampuan vokalnya, Aurelia mendapat bimbingan Irma June melalui Irma June Vocal Academy. Ia menyebut kesempatan tersebut sebagai sebuah berkat karena Irma June dan timnya membantu mengembangkan “bibit” yang dimilikinya menjadi karya yang siap diperdengarkan secara profesional.
Editor : Marjeni Rokcalva






