Ia menjelaskan pelantikan tersebut merupakan implementasi sistem Manajemen Talenta yang telah mendapat persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Melalui sistem itu, pengembangan karier ASN dilakukan secara lebih objektif, transparan, dan berbasis merit.
Menurut dia, penerapan manajemen talenta akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat karena setiap jabatan diisi oleh aparatur yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan organisasi sehingga pelayanan publik dapat berlangsung lebih cepat, tepat, dan akuntabel.
“Jabatan adalah amanah yang bersifat sementara, tetapi pengabdian kepada masyarakat adalah tanggung jawab yang harus terus dijaga. Karena itu, saya minta seluruh pejabat yang dilantik segera bekerja, berinovasi, dan menjadi agen perubahan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjunjung nilai Trilogi Zuzema, yakni kejujuran, loyalitas, dan profesionalisme, serta menghindari praktik yang dapat merusak integritas aparatur, seperti pungutan liar, perjudian, penyalahgunaan narkoba, maupun pelanggaran etika lainnya.
Editor : Medio Agusta






