“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diterjemahkan menjadi kompetensi nyata yang dibutuhkan masyarakat dan dunia industri. Karena itu, kolaborasi internasional seperti ini menjadi sangat penting untuk mempercepat transfer pengetahuan dan inovasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Deski Beri juga memaparkan empat rencana aksi pascapelatihan yang selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan dunia. Pertama, hasil pelatihan akan didiseminasikan melalui MGMP Teknik Pemesinan Sumatera Barat untuk memperbarui materi pembelajaran dan praktikum di SMK sebagai implementasi SDG 4 dan SDG 8. Kedua, teknologi yang dipelajari akan dikembangkan menjadi tema penelitian dan tugas akhir mahasiswa lintas departemen guna memperkuat kontribusi terhadap SDG 9.
Ketiga, program ini akan menjadi pintu masuk perluasan kolaborasi riset internasional, publikasi ilmiah bersama, dan pertukaran pengetahuan antara akademisi Indonesia dan luar negeri sebagai implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Keempat, seluruh materi dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan akan diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran di kampus guna membangun ekosistem pendidikan teknik yang inovatif dan berorientasi masa depan.







