PADANG — Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (FT UNP) sukses menggelar program transfer teknologi internasional bertajuk “Capacity Building Program in Additive Manufacturing and Mechanical Metamaterials” yang berlangsung pada 16–23 Mei 2026 di lingkungan FT UNP.
Kegiatan yang didanai penuh melalui hibah institusi EQUITY (skema capaian The Impact Ranking 2025/2026) ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat penguasaan teknologi manufaktur digital dan cetak 3D tingkat lanjut (advanced manufacturing) di Indonesia, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Program yang dipimpin oleh Febri Prasetya, S.Pd., M.Pd.T. tersebut dibuka secara daring oleh Wakil Dekan I FT UNP, Dr. Ir. Fadhila.
Kegiatan menghadirkan pakar dan peneliti senior bidang manufaktur dari De Montfort University, Leicester, Inggris, Dr. Hafiz Ali, sebagai narasumber utama. Pelatihan ini melibatkan dosen, teknisi, dan mahasiswa dari Departemen Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Elektronika, dan Teknik Otomotif FT UNP, serta para guru vokasi yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Teknik Pemesinan Sumatera Barat.
Selama satu pekan, peserta mendapatkan pelatihan intensif mengenai integrasi konsep performance-based design ke dalam ekosistem manufaktur digital melalui pemanfaatan perangkat lunak rekayasa modern seperti ANSYS SpaceClaim, MATLAB, dan SolidWorks. Penguasaan teknologi ini dinilai menjadi kompetensi penting dalam menghadapi tuntutan industri masa depan yang semakin mengedepankan efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan.
Di sisi lain, penguatan kemampuan peserta dalam bidang manufaktur aditif dan rekayasa digital juga berkontribusi terhadap SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Kompetensi yang diperoleh diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan dan tenaga pendidik sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia unggul yang siap beradaptasi dengan transformasi industri berbasis teknologi tinggi.
Kehadiran teknologi additive manufacturing sebagai fokus utama pelatihan juga selaras dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Teknologi ini membuka peluang lahirnya inovasi produk, efisiensi proses produksi, serta pengembangan riset terapan yang dapat mendukung pertumbuhan industri nasional yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Selain itu, pemanfaatan teknologi 3D Printing diketahui mampu mengurangi limbah material dibandingkan metode manufaktur konvensional karena proses produksi dilakukan secara presisi sesuai kebutuhan desain. Dengan demikian, pengembangan teknologi ini juga mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan prinsip efisiensi sumber daya dan produksi yang lebih ramah lingkungan.
Wakil Rektor IV UNP Bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi, Dr. rer. nat. Deski Beri, S.Si., M.Si., yang hadir menutup kegiatan secara langsung, menegaskan bahwa penguasaan teknologi additive manufacturing merupakan salah satu pilar penting dalam menghadapi transisi dari Industry 4.0 menuju Industry 5.0.
Editor : Marjeni Rokcalva






