Selain itu, penguatan nilai keagamaan dan budaya juga menjadi perhatian, melalui usulan pelaksanaan pertunjukan seni budaya tingkat kelurahan, pelatihan imam dan muazin, serta peningkatan kapasitas qori dan qoriah sebagai persiapan menghadapi MTQ tingkat kecamatan dan kota.
Wali Kota Padang Panjang yang diwakili Kepala Bappeda, Putra Dewangga, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa dinamika pembangunan saat ini dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran yang menuntut perencanaan lebih selektif dan tepat sasaran.
Ia menjelaskan, APBD Kota Padang Panjang yang berkisar Rp500 miliar mengalami koreksi sekitar 20 persen, sehingga pemerintah harus lebih cermat dalam menentukan program prioritas tanpa mengabaikan kebutuhan dan solusi bagi masyarakat.
Camat Padang Panjang Timur, Wira Jaya Septikha, menegaskan musrenbang merupakan forum strategis dalam menyalurkan aspirasi masyarakat secara transparan dan partisipatif. Ia berharap seluruh usulan disusun berdasarkan skala prioritas dan selaras dengan visi Kota Padang Panjang sebagai Kota Serambi Mekkah yang Maju, Sejahtera, dan Bermarwah.
Editor : Armed






