“Banyak kejadian, kunci ditahan, toko tidak dibuka, sewa tidak dibayar. Ini berpotensi merugikan negara. Sebagai pemerintah, tentu tidak boleh membiarkan hal ini terjadi,” tegas Wako.
Wako juga menawarkan kepada seluruh warga yang berminat untuk menyewa space yang ada di Pasa Ateh. Beberapa titik yang kosong dengan posisi strategis, bisa dijadikan lokasi perdagangan dan disewakan untuk umum.
Dikatakannya, upaya ini menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Bukittinggi, untuk meningkatkan geliat ekonomi, khususnya di Pasa Ateh. Sehingga pengunjung merasa aman dan nyaman saat berwisata di Bukittinggi, serta berbelanja di Pasa Ateh yang dibangun dengan konsep greend building ini, pungkasnya. ( yus)
Penulis / Wartawan: Berita Minang
Editor: Medio Agusta





