“Banyak kejadian, kunci ditahan, toko tidak dibuka, sewa tidak dibayar. Ini berpotensi merugikan negara. Sebagai pemerintah, tentu tidak boleh membiarkan hal ini terjadi,” tegas Wako.
Wako juga menawarkan kepada seluruh warga yang berminat untuk menyewa space yang ada di Pasa Ateh. Beberapa titik yang kosong dengan posisi strategis, bisa dijadikan lokasi perdagangan dan disewakan untuk umum.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
“Ada beberapa space di Pas Ateh ini masih kosong, bisa dibuka kafe dan food court, di teras lantai satu, dua dan tiga, hingga ke roof top. Bagi masyarakat yang berminat silahkan hubungi Dinas Pasar. Kita akan tata lagi Pasa Ateh ini, karena tahun 2026 ini, saya akan fokus untuk menata dan meramaikan Pasa Ateh. Semua kita tertibkan, tidak ada pandang bulu. WC harus gratis, parkir akan dibenahi. Kita menjalankan harapan seluruh orang, bukan menjalankan kepentingan kelompok,” ungkapnya.Dikatakannya, upaya ini menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Bukittinggi, untuk meningkatkan geliat ekonomi, khususnya di Pasa Ateh. Sehingga pengunjung merasa aman dan nyaman saat berwisata di Bukittinggi, serta berbelanja di Pasa Ateh yang dibangun dengan konsep greend building ini, pungkasnya. ( yus)
Editor : Medio Agusta






