IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Legenda Asal Mula Nama Nagari Minangkabau

Pengunjung berfoto di Istana Basa Pagaruyung, Batu Sangkar. Ist
Pengunjung berfoto di Istana Basa Pagaruyung, Batu Sangkar. Ist
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Setiba di istana, Datuk Tantejo Garhano langsung mengantar pemimpin pasukan itu masuk ke ruang sidang. Di sana, sang Raja bersama punggawanya terlihat sedang duduk menunggu.

"Selamat datang, Tuan," sambut sang Raja, "Mari, silakan duduk!"

"Terima kasih, Paduka," ucap pemimpin itu.

"Ada apa gerangan Tuan kemari?" tanya sang Raja pura-pura tidak tahu.

"Kami diutus oleh Raja Majapahit untuk menaklukkan Pagaruyung. Kami pun harus kembali membawa kemenangan," jawab pemimpin itu.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Oh, begitu," jawab sang Raja sambil tersenyum, "Kami memahami tugas Tuan. Tapi, bagaimana kalau peperangan ini kita ganti dengan adu kerbau. Tujuannya adalah untuk menghindari pertumpahan darah di antara pasukan kita."

Pemimpin pasukan Majapahit itu terdiam. Setelah berpikir sejenak, akhirnya ia pun menyetujui usulan sang Raja.

"Baiklah, Paduka Raja. Kami menerima tawaran Paduka," jawab pemimpin itu.

Akhirnya, kedua belah pihak bersepakat untuk beradu kerbau. Jika kerbau milik sang Raja kalah, maka Kerajaan Pagaruyung dinyatakan takluk. Tapi, jika kerbau milik Majapahit kalah, mereka akan dibiarkan kembali ke Pulau Jawa dengan damai.

Dalam kesepakatan tersebut tidak ditentukan jenis maupun ukuran kerbau yang akan dijadikan aduan. Oleh karena ingin memenangi pertandingan tersebut, pasukan Majapahit pun memilih seekor kerbau yang paling besar, kuat, dan tangguh. Sementara itu, sang Raja memilih seekor anak kerbau yang masih menyusu. Namun, pada mulut anak kerbau itu dipasang besi runcing yang berbentuk kerucut. Sehari sebelum pertandingan itu dihelat, anak kerbau itu sengaja dibuat lapar dengan cara dipisahkan dari induknya.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH