IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Ahok, Bukittinggi Beruntung Walikota Seperti Erman Safar Yang Peduli Pada Warganya

Komisaris utama PT Pertamina Ahok menyampaikan sambutan pada penyalurkan Gas 3 kg melalui kelurahan secara simbolis di Balairung Rumah Dinas Wako. Foto : Dok Yus
Komisaris utama PT Pertamina Ahok menyampaikan sambutan pada penyalurkan Gas 3 kg melalui kelurahan secara simbolis di Balairung Rumah Dinas Wako. Foto : Dok Yus
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

BUKITTINGGI - Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahja Purnama yang dikenal dengan panggilan Ahok, menilai Bukittinggi beruntung punya Walikota seperti Erman Safar yang peduli dan selalu memberikan perhatian pada warganya.

Penilaian itu disampaikan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Ir. Basuki Tjahja Purnama "Ahok" di Balairung rumah dinas Walikota Bukittinggi di Jalan Perwira Belakang Balok pada Penyaluran gas 3 Kg melalui kelurahan melalui Sistem Bukittinggi Hebat bersamaan dengan Kartu Bukittinggi Hebat yang dilakukan Walikota Bukittinggi Erman Safar, disaksikan HISWANA Migas dan Patra Niaga Pertamina Senin( 09/10).

Ahok menegaskan, pihaknya akan menyalurkan gas 3 kg kepada masyarakat melalui kelurahan/desa/nagari. Tujuan pertamina untuk menolong masyarakat yang membutuhkan. Karena, masih banyak warga mendapatkan gas 3 kg dengan harga jauh di atas HET.

"Pangkalan harus jual Rp17 ribu. Ini harus dilaksanakan. Tidak mungkin keputusan dibuat untuk memuaskan semua pihak. Tugas pemerintah khususnya pertamina, mewujudkan keadilan sosial. Untuk itu, kita salurkan gas 3 kg kepada masyarakat melalui kelurahan," tegas Ahok.

Ahok juga mengaku tidak berkenan jika pembelian gas 3 kg di pangkalan menggunakan KK "Untuk apa pakai KK. Nah sekarang di Bukittinggi sudah ada KBH. Bisa dicek melalui KBH. Jadi ini bagus untuk membantu data kita juga," ujarnya.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Pada bagian lain pada sesi tanya jawab,Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero) Ir. Basuki Tjahja Purnama menegaskan

Kelangkaan Elpiji 3 Kg , yang disampaikan kepada Pertamina, bukan hanya terjadi di Kota Bukittinggi namun hampir diseluruh indonesia dan rata rata membeli di pangkalan diatas Harga Eceran Tertinggi ( HET).

"isu kelangkaangas melon LPG 3 kg saya melihat lebih kearah pencitraan dihembuskan yang ujuk ujuknya direksi turun, padahalnya sebenarnya stock elpiji gas melon 3 kg itu cukup disediakan Pertamina,"ujar ahok.

Disebutkan, sesuai pertanyaan masyarakat yang membeli gas melon LPG kg di Pangkalan dimita KTP, KK dan ini dilihat justru menyusahkan rakyat ketika mendapatkan gas melon LPG 3 kg. harus bisa terima sesuai HET jika harga Rp. 17.000 gas melon LPG 3 kg jangan diambil Rp. 30.000, Nach, ini orang pertamina saya bawa

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH