Disebutkan Luhur, kegiatan-kegiatan dalam jambore itu yakni antara lain bimbingan teknis, lomba cerdas tangkas, tracking/jelajah ke geosite dan lain-lain.
Sementara Wali Kota Sawahlunto Deri Asta menyampaikan momen sebagai tuan rumah Jambore Geopark Ranah Minang Camp Tahun 2023 itu menjadi kesempatan emas Sawahlunto dalam mengenalkan dan mengeskplorasi potensi geopark yang ada di kota warisan dunia UNESCO tersebut.
"Sejumlah dosen dan peneliti geologi telah menyampaikan kepada kami bahwa geopark Sawahlunto ini mempunyai kekayaan dan keunikan sehingga layak menuju UNESCO Global Geopark. Hal ini membuat kami semakin bersemangat dalam mengelola dan mengembangkan geopark Sawahlunto ini," kata Wali Kota Deri.
Lebih lanjut Wali Kota Deri Asta menjelaskan Sawahlunto tercatat mempunyai 32 dossier geopark.
Ditambahkan Wali Kota Deri Asta, beberapa minggu yang lalu Universitas Teknologi Petronas Malaysia, Universitas Islam Riau (UIR) dan Universitas Padjajaran (Unpad) menjadikan Sawahlunto sebagai kampus lapangan geologi terintegrasi.
"Ada sejumlah 77 orang mahasiswa ditambah 10 dosen pembimbing dari Universitas Teknologi Petronas Malaysia, UIR dan Unpad yang sedang kuliah lapangan mempelajari aspek geologi pada geopark Sawahlunto. Kemudian mahasiswa tersebut juga membantu membangun edukasi tentang geopark kepada masyarakat sekitar, serta menjalankan prinsip konservasi lingkungan melalui penelitian serta pemetaan," ujar Wali Kota. (Adpsb)
Editor :






