"Selain promosi Geopark Sawahlunto untuk melaju ke UGG fan mendapat pengakuan Badan dunia UNESCO" tukuk dia.
Menurut sumber diperoleh, Jambore Geopark Nasional akan diselenggarakan setiap 2 tahun sekali. Untuk pertamanya di Kota Sawahlunto, dan dua tahun berikutnya sebagai tuan rumah adalah Kabupaten Agam.
Dibalik sukses dan berhasil Sawahlunto sebagai tuan rumah yang baik, beberapa peserta jambore memberi masukan agar pengelola Camping Ground Kandi Sawahlunto menyikapi adanya gerombolan ternak liar yang masuk ke arena perkemahan.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Selama jambore, ada dua kali terjadi beberapa ekor sapi masuk karena perkemahan. Kekurangan lain adalah soal listrik sering mati-mati. Mungkin ini masalah yang kami rasakan untuk bisa dievaluasi pengelola. Sarana dan prasarana lainnya bagus, kami sangat apresiasi." Ungkap salah satu unsur EO yang enggan disebut identitasnya.(Iyos)
Editor : Marjeni Rokcalva







