PADANG - Universitas Negeri Padang mengukuhkan Dr. Ir. Dwi Soetjipto, M.M. sebagai Guru Besar Kehormatan dan
Prof. Dr. Nor Aishah Buang sebagai Adjunct Profesor yang diselenggarakan pada Sabtu (25/2) bertempat di Auditorium Kampus UNP Air Tawar Padang.
Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan status PTNBH, Universitas Negeri Padang berusaha melangkah dan berupaya untuk masuk menjadi universitas berkelas dunia.
"Sumber Daya Manusia terutama dosen terus ditingkatkan pendidikannya dan juga menambah jumlah dosen yang khususnya sudah berlatar pendidikan doktor," tambah Prof. Ganefri, Ph.D.
Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. juga mengemukakan bahwa pemberian gelar Profesor Kehormatan yang diperbolehkan diberikan oleh Universitas dan program studi yang memiliki akreditasi unggul sesuai Permendikbudristek dan tidak banyak Universitas di Indonesia yang memiliki syarat untuk memberikan gelar Profesor Kehormatan tersebut.
Dalam Pidato Pengukuhan berjudul "Implementasi Manajemen Stratejik Mendukung Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2024" untuk Jabatan Guru Besar Kehormatan dalam Bidang Ilmu Manajemen Universitas Negeri Padang, Dr. Ir. Dwi Soetjipto, M.M.
"Keterlibatan perguruan tinggi dalam ketahanan energi suatu negara bukanlah hal yang baru. Di Malaysia untuk membangun ketahanan energi melibatkan perguruan tinggi, termasuk dalam membuat peta jalan dalam menghasilkan ahli dalam bidang energi untuk mendukung pencapaian ketahanan energi," tambah Dr. Ir. Dwi Soetjipto, M.M.
Lebih lanjut kata Dr. Ir. Dwi Soetjipto, M.M., dalam mendukung pencapaian target nett zero emission 2060, dibutuhkan peran Perguruan Tinggi untuk ikut menguji hipotesa-hipotesa yang ada, pada visi jangka panjang dan peta jalan dalam mencapai ketahanan energi.
"Sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka, maka Universitas Negeri Padang (UNP) diharapkan dapat berperan dan berkontribusi dalam upaya membangun ketahanan energi nasional, salah satunya adalah melalui penguatan keilmuan manajemen stratejik dalam mata kuliah ilmu manajemen," tukuk Dr. Ir. Dwi Soetjipto, M.M.
Kata Dr. Ir. Dwi Soetjipto, M.M., untuk mewujudkan ketahanan energi untuk mendukung pencapaian Indonesia maju di peringatan 100 tahun atau peringatan emas kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2045, maka hal-hal yang sangat mempengaruhi dan harus menjadi prioritas antara lain menuntaskan pembahasan RUU EBT dan RUU Migas; mendorong perpindahan secara agresif sumber energi fosil minyak dan batubara ke gas; membangun jaringan distribusi gas secara masif: mendorong tumbuhnya industri pengguna gas; hilirisasi batubara dan migas; sovereign wealth fund EBT
Editor :






