Ditambahkan Sri Devi, cerita tentang Sawahlunto sebagai destinasi wisata sejarah pertambangan Ombilin sudah sangat viral dan diketahui orang banyak. Ini pula yang menjadi alasannya untuk membawa para siswa SMA Negeri Lubukalung bertandang ke kota tambang bersejarah, yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh badan dunia UNESCO ini.
"Menggali sejarah dari Sawahlunto sangat menarik bagi kami, selain sudah viral, Sawahlunto punya daya tarik bagi siswa untuk menggali sejarah pertambangan batubara khususnya kereta api. Sebab, kami yang di Pariaman juga punya cerita perkeretaapian tapi bukan pengangkut batubara. Yang kami ingin tahu, apa dampak positifnya tentang sejarah tambang Ombilin dan kereta api ini terhadap Sosio ekonomi, budaya, dan sosial bagi masyarakat Sawahlunto."tukuknya.
Menurut pemandu wisata Jon Afrizon Pengunjung atau wisatawan yang datang ke museum kereta api mulai banyak dan silih berganti, rata-rata anak sekolah dari berbagai daerah baik Sumbar maupun dari Jambi dan Riau. Selain melihat museum kereta api, mereka juga berkeinginan naik kereta wisata mak Itam. Namun kereta ya hingga kini juga belum beroperasi.
"Kami tak tahu tentang pengoperasian kereta api wisatanya. Namun sudah banyak travel agen yang kontak kami untuk melayani tamunya naik kereta api. Kami minta maaf, karena hanya diberi kewenangan khusus melayani museum saja. Tentang masalah kereta wisata menurut kabar dapat menghubungi Dinas Perhubungan."
Tutur Jon. (Iyos) Editor :






