Korporasi pelat merah pemilik asset terbesar Ombilin Coal Mine Heritage of Sawahlunto (OCMHS) ini getol menyisihkan dana keuntungan perusahaan, baik sebelum dan sesudah ditetapkannya OCMHS sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO melalui sidang sesi ke 43 di Baku City, Azerbaijan, 6 Juli 2019 silam.
Awal tahun ini, perusahaan pelat merah berkantor pusat di Tanjung Enim, Sumatera Selatan itu kembali menggelontorkan dana sebesar Rp 2 milyar berasal dari keuntungan perusahaan untuk program Corporate Social Responsibility (CSR) yang digunakan untuk membiayai pembangunan sarana dan prasana pendukung wajah perkotaan, seperti taman, cottage, merestorasi Gedung Pusat Kebudayaan yang terbakar, dan objek lainnya.
Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arsal Ismail, melalui General Manager Unit Pertambangan Ombilin Yulfaizon, didampingi Asisten Manager Umum dan Keuangan Alman Syarif, kepada beritaminang.com, di Sawahlunto, Jumat (3/2/2023) mengatakan, PT Bukit Asam Tbk sangat konsisten membantu Sawahlunto sebagai destinasi wisata spesifik, yakni kota wisata tambang bersejarah.
Dikatakannya, korporasi dibawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut diawal tahun ini menggelontorkan Rp 2 miliar dana untuk program CSR. Dana tersebut digunakan untuk membiayai pembuatan taman dibelakang Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) dan taman di Kelok Tarok, yang diselenggarakab pihak Dinas Lingkungan Hidup.
Selain itu, sambung dia, bantuan lain berupa pemberian satu unit kendaraan operasional khusus untuk perekaman data kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk) Kota Sawahlunto. Serta bantuan pembangunan 3 unit cottage yang dikerjakan CV Andesta di Camping Ground, Kandi, Desa Kolok Nan Tuo, Kecamatan Barangin.
Sebelumnya, mengutip pernyataan Dirut PT Bukit Asam Tbk Arsal Ismail, yang sudah dua kali diwawancarai beritaminang.com pada saat acara silaturahmi di Pertambangan Ombilin, dan ketika peresmian kembali pengoperasian kereta wisata Sawahlunto bersama Menteri BUMN Erick Thohir 20 Desember tahun lalu, selalu memberikan ungkapan yang tidak berubah.
"Pastilah kami akan selalu memperhatikan dan mendukung sepenuhnya pengembangan kota ini sebagai kota wisata tambang yang menarik untuk dikunjungi. Anda kan tahu, bahwa kota ini tidak bisa dipisahkan dari keberadaan PT Bukit Asam Tbk Pertambangan Ombilin. Silahkan cek, sudah sangat banyak yang kami lakukan." Kata Arsal Ismail saat itu.
Pengembangan Camping Ground
Editor : Marjeni Rokcalva






