IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

20 Anggota Pokdarwis se-Pessel Diberikan Pelatihan Tata Kelola Destinasi Berbasis IT

Sebanyak 20 orang anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Kabupaten Pesisir Selatan mendapatkan pelatihan tata kelola destinasi Pariwisata berbasis Ilmu Teknologi dari Selasa hingga Kamis (21-23/3) di Painan.
Sebanyak 20 orang anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Kabupaten Pesisir Selatan mendapatkan pelatihan tata kelola destinasi Pariwisata berbasis Ilmu Teknologi dari Selasa hingga Kamis (21-23/3) di Painan.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PAINAN - Sebanyak 20 orang anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Kabupaten Pesisir Selatan mendapatkan pelatihan tata kelola destinasi Pariwisata berbasis Ilmu Teknologi dariSelasa hingga Kamis (21-23/3) di Painan. Kegiatan ini adalah Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) tahun 2022

Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Mawardi Roska ketika membuka langsung kegiatan ini mengungkapkan peran serta dan keterlibatan masyarakat diperlukan dalam mendukung upaya pengembangan ke pariwisata, masyarakat didorong untuk ikut dalam pengembangan pariwisata dan sekaligus mengambilkan manfaat ekonomi bagi peningkatan kesejahteraan.

Menurutnya peningkatan dan pengembangan gerakan sadar wisata pada setiap objek wisata diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang profesional di bidang kepariwisataan.

Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan di bidang pariwisata. Biasanya kesan pada diri wisatawan yang datang ke destinasi wisata akan sangat dipengaruhi oleh sikap dan keramahtamahan dari masyarakat lokal.

"Oleh karena itu pembangunan kepariwisataan memerlukan dukungan dan keterlibatan dari seluruh pemangku kepentingan di bidang pariwisata. Dan masyarakat adalah salah satu unsur penting yang harus dilibatkan bersama sama dengan pemerintah dan kalangan usaha/swasta untuk bersinergis melaksanakan dan mendukung pembangunan kepariwisataan," ujarnya

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ditambahkannya dalam pengembangan suatu daerah menjadi objek wisata perlu dilakukan langkah-langkah yang tepat agar tidak memberikan dampak yang negatif bagi lingkungan sosial masyarakat dan daerah wisata itu sendiri. Dan memanfaatkan teknologi penting agar kawasan wisata yang dikelola bisa berkembang dan dikenal luas oleh masyarakat.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Suhendri mengungkapkan dalam mengembangkan pariwisata di suatu daerah perlu dilakukan analisis situasional oleh para pelaku bisnis pariwisata, masyarakat dan pemerintah untuk menggali potensi wisata yang ada di suatu daerah.

Dan melalui Pelatihan ini juga diharapkan SDM Pariwisata di Kabupaten Pesisir Selatan dapat meningkatkan kapasitas dan wawasannya dalam bidang tata kelola destinasi menggunakan Ilmu Teknologi dan mendorong peran pelaku sektor kepariwisataan di wilayah Pessel untuk saling bersinergi, membangun lingkungan yang saling melengkapi untuk mewujudkan kualitas, aktivitas, kapasitas dan pelayanan kepariwisataan.

Ditambahkan pariwisata berkelanjutan secara sederhana dapat didefinisikan sebagai pariwisata yang memperhitungkan penuh dampak ekonomi, sosial dan lingkungan saat ini dan masa depan, memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan dan masyarakat setempat.

Dimana sektor Pariwisata sangat potensial untuk pemberdayaan ekonomi rakyat dan mempunyai multiplier effect yang sangat luas. Karena usaha-usaha di sektor pariwisata terkait langsung dengan banyak sektor lain yang mempengaruhi kehidupan ekonomi rakyat.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH