PADANG - Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Padang terbilang ketat, empat posko dibangun di perbatasan.
Koordinator Posko Utama PPKM Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang, Rita Sumarni mengatakan, selama enam hari PPKM Darurat diberlakukan, ribuan orang tidak boleh masuk Kota Padang.
"Sebanyak 1.154 orang kita tolak ketika akan masuk Padang," ungkap Rita sebagaimana dirilis Diskominfo Padang, Selasa (20/7/2021).
Dijelaskannya, penyebab ditolaknya ribuan orang tersebut masuk Padang karena tidak dapat menunjukkan sertifikat vaksin, surat antigen/PCR kepada petugas di perbatasan. Mereka terpaksa harus balik kanan, dan kembali ke daerah asalnya.
"Angka sebanyak itu merupakan akumulasi selama enam hari PPKM (tanggal 13 hingga 18 Juli)," terang Rita Sumarni.
"Kita memang bertegas-tegas kepada yang datang, jika tidak mengantongi kelengkapan yang ditentukan, tentu tidak kita bolehkan masuk Padang," beber Rita.
Sementara itu, selama enam hari pelaksanaan PPKM Darurat di Padang, 1.612 kendaraan harus putar balik. Sebab, penumpang dan sopir kendaraan juga tidak mengantongi sertifikat vaksin atau surat tes antigen/PCR.
"Di hari pertama PPKM saja, sebanyak 411 kendaraan harus berputar arah karena tidak ada kelengkapan," jelas Rita Sumarni. (Rel/Je)
Editor : Marjeni Rokcalva






