PADANG - Ikan Puyu (papuyu) sangat diminati oleh masyarakat Kota Padang sebagai khas kuliner gurih dan enak. Selain identik dengan duri yang tajam, namun rasanya enak dan garing kalau digoreng.
Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyerahkan bantuan restocking bibit ikan puyu, Nila, Nilem dan Tawes sebanyak 12.000 ekor dan menebarkannya untuk pelestarian sumbar daya ikan dan memenuhi kebutuhan ikan bagi masyarakat di perairan Kelurahan Kalumbuk Kecamatan Kuranji, Padang, Selasa (30/6/2020).
Nasrul Abit mengatakan, saat ini keberadaan ikan puyu sangat sedikit, dulu dimasa lalu tahun 1970 sangat banyak disetiap kali dan rawa pasti ada ikan puyu. Untuk menjaga kelestarian ikan puyu ini Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar telah melakukan pembenihan agar ikan ini tetap memenuhi selera kuliner masakan Padang yang saat cukup populer di Kota Padang.
"Untuk itu, marilah kita jaga kelestarian ikan puyu ini. Dengan menjaga kebersihan sungai, kali selokan dari sampah. Dan ini dapat menjadi salah satu ketahanan pangan masyarakat kita dimasa pandemi covid 19," ucap Nasrul Abit.
Menurut Nasrul Abit, mengonsumsi ikan bagi masyarakat ini sangat penting. protein ikan mengandung gizi tinggi untuk mencegah gizi buruk dan kekerdilan pada anak (stunting).
"Kalau ingin jadi pemimpin, harus banyak makan ikan. Untuk itu saya imbau masyarakat untuk gemar makan ikan," imbuhnya.
Dia meminta agar masyarakat memahami bahwa sumber protein tidak hanya pada daging, namun justru ikan merupakan sumber protein yang menjadi kekayaan yang melimpah.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Ir. Yosmeri juga melakukan restocking atau penebaran bibit ikan di irigasi Bandar Kuranji. Yosmeri mengatakan bantuan bibit ikan ini diharapkan dapat menambah populasi ikan di Kuranji, sekaligus upaya kita melestarikan jenis ikan puyu ini.
"Hal ini merupakan bentuk kepedulian pemprov Sumbar dan upaya untuk memenuhi konsumsi ikan masyarakat Kuranji. Silahkan masyarakat ambil ikannya, tapi jangan menggunakan racun ataupun disentrum,"ujar Yosmeri.
Editor : Berita Minang






