PADANG - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendorong generasi muda dan kalangan mahasiwa untuk menjadi enterpreneur ketimbang menjadi ASN, karena negara membutuhkan banyak pengusaha untuk menggenjot pembangunan.
"Negara membutuhkan banyak enterpreneur. Bukan hanya untuk membuat daya saing antar negara, melainkan juga untuk menggenjot pembangunan," kata Wapres JK di Auditorium Universitas Negeri Padang, Selasa (3/9/2019).
"Kemajuan suatu bangsa sangat tergantung pada enterpreneurnya. Hanya dengan bekerja, seseorang memperoleh pendapatan. Dengan pendapatan, orang bayar pajak dan pajak (akan) menggerakkan pembangunan," jelas JK
Berbicara dalam penganugerahan Minang Enterpreneur Award (MEA) 2019 serta peresmian Gedung Asrama Mahasiswa Universitas Negeri Padang dan Universitas Andalas, JK menyebutkan, lukusan sarjana tiap tahun hampir mencapai 1 juta orang yang berasal dari 4500 perguruan tinggi yang ada di Indonesia.
Dari jumlah itu, yang bisa diterima jadi ASN (Aparatur Sipil Negara) tak lebih dari 50 ribu atau sekitar 2 persen.
JK mengibaratkan memulai suatu usaha, sama dengan belajar berenang. Kalau membaca buku teori belajar berenang, lalu terjun ke sungai atau ke laut, tentu akan tenggelam.
"Karena teori itu (memang) penting, tapi yang penting itu adalah usaha untuk memulai dan pengalaman. Mulai pelan-pelan dari pinggir, tentu akan menjadi perenang uang baik, apalagi tentu saja dengan usaha bersama-sama," katanya.
Pada bagian lain, JK menyinggung budaya Minang yang ditopang oleh tiga hal. Yakni di Surau, Sekolah dan Pasar.
"Surau menjadi tempat belajar agama, adat istiadat dan mendekatkan diri pada Allah SWT. Sekolah untuk mencerdaskan, sementara pasar pada prinsipnya bukan hanya dalam bentuk fisik, melainkan juga enterpreneur," katanya.
Editor :






