Dikatakannya, pada malam ini, seluruh penjuru dunia mengumandangkan suara Takbir Tahmid dan Tahlil.
“Kalimat Takbir yang dikumandangkan merupakan bukti pengakuan bahwa betapa besarnya Allah dan betapa kecilnya kita manusia. Kalimat Tahmid yang kita kumandangkan merupakan pengakuan bahwa yang hanya pantas dipuji itu adalah Allah tidak ada selain dari Allah Yang pantas dipuji. Dan Kalimat Tahlil yang kita kumandangkan, sebuah pengakuan bahwa hanya kepada Allah kita minta tolong hanya kepada Allah kita mohon petunjuk tidak ada lagi bantuan selain dari bantuan Allah,” ungkap Irwan mantan Kakan. Kemenag. Limapuluh Kota itu.
Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, yang hadir bersama Wawako Ibnu Asis dan unsur forkopimda serta Kepala SKPD dan masyarakat itu, menyampaikan, momen Idul Adha, tentu menjadi salah satu hari besar Islam yang sangat ditunggu masyarakat.
“Melalui momentum malam takbiran ini, kami atas nama Pemerintah Kota Bukittinggi mengimbau kepada kita semua, mari kita laksanakan malam takbiran ini dengan penuh rasa khusyuk, tertib dan menjaga keamanan serta kenyamanan lingkungan masing-masing. Bagi warga maupun wisatawan yang merayakan di jalan raya, harap tetap mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Sebagai kota wisata, mari kita jaga bersama kebersihan Jam Gadang dan setiap sudut kota kita tercinta, terutama saat pelaksanaan Shalat Id dan pemotongan hewan qurban esok hari. Jangan sampai ada warga Bukittinggi yang tidak mendapatkan kupon dan memakan daging qurban,” pesan Wako.
Editor : Medio Agusta






