Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama dalam paparannya menyampaikan bahwa masalah gizi masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, mulai dari stunting, kekurangan zat gizi mikro, hingga obesitas.
“Hadirnya badan gizi nasional merupakan langkah stategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, memperkuat intervensi berbasis bukti, serta memastikan kebijakan dan program gizi dapat dijalankan secara lebih efektif dan berkelanjutan”, ungkapnya.
Ia menekankan bahwa pemenuhan gizi optimal sejak dini memiliki dampak langsung terhadap kemampuan anak untuk belajar, berprestasi, dan berkontribusi pada masyarakat.
Ia menjelaskan juga bahwa SPPG dirancang untuk melayani 2.000–3.000 siswa dari 10–18 sekolah.
Editor : Medio Agusta






