Tak hanya fokus pada pacuan kuda, ia juga berencana mengembangkan horseback archery (memanah sambil menunggang kuda) dan ekuestrian (kuda tunggang), di kalender tahunan cabang olahraga berkuda di kota ini.
Advertisement
Scroll ke bawah untuk lanjut membaca
“Kami ingin pacuan kuda digelar secara rutin setiap tahun, diselaraskan dengan kalender event yang juga melibatkan tiga cabang utama berkuda,” ujarnya usai terpilih. Dia juga menegaskan pentingnya kolaborasi. “Kami tidak bisa berjalan sendiri. Harapannya, Pordasi bisa menjadi wadah yang menyatukan semangat Padang Panjang, Batipuh, dan X Koto, sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat umum,” pungkasnya. (harris/lex)
Penulis / Wartawan: Editor
Editor: Marjeni Rokcalva
Standar Redaksi & Kepercayaan (E-E-A-T): Berita ini ditulis oleh jurnalis Editor dan telah melalui proses verifikasi serta penyuntingan oleh Marjeni Rokcalva sesuai Pedoman Media Siber Dewan Pers. Diterbitkan oleh PT Berita Minang Media Sumbar (Susunan Redaksi).





