"Praktik budaya kerja yang positif dalam pengembangan tata kelola digital ini, juga dapat dimanfaatkan di semua platform karena memberikan umpan balik cepat dari publik atas aktifitas sektor publik," tambah Prof. Aldri Frinaldi, S.H., M.Hum., Ph.D.
Guru besar bidang Ilmu Pendidikan Rekayasa Lingkungan dari FT, Prof. Dr. Nurhasan Syah, M.Pd. menyampaikan dari Pendidikan Lingkungan perlu diberikan di sekolah sejak dini, agar peserta didik terbiasa peduli terhadap lingkungan hidup, memiliki sikap yang postif terhadap lingkkungan dan berprilaku baik terhadap lingkungan.
"Pemahaman terhadap lingkungan hidup akan membangun sikap Immanen terhadap lingkungan, yaitu suatu sikap yang menyatakan bahwa manusia itu adalah dalam bagian dari alam, maka jika alam itu dirusak maka juga akan merusak diri sendiri," tambah Prof. Dr. Nurhasan Syah, M.Pd.
Guru besar bidang Ilmu Bimbingan dan Konseling dari FIP, Prof. Dr. Afdal, M.Pd. Kons. menyampaikan
Pelayanan Bimbingan dan Konseling terus berkembang, mengoptimalkan mutu keprofesional, dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam melakukan perubahan dan perkembangan keilmuan.
"Kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga membuat pelayanan bimbingan dan konseling mesti terus berinovasi dan berkolaborasi," jelas Prof. Dr. Afdal, M.Pd. Kons.
"Literasi sains, yang berkaitan dengan isu-isu dan ide-ide sains, merupakan aspek penting dari pembelajaran sains. Metode pembelajaran IPA berbasis masalah dengan graphic organizer dapat memberikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Pembelajaran bermakna ini penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir anak-anak dan keterampilan HOT Literasi.
Guru besar bidang Ilmu Pendidikan Fisika dari FMIPA, Prof. Dr. Desnita, M.Si. menyampaikan Integrasi Pendidikan lingkungan dalam pembelajaran fisika merupakan bagian dari konsep "Alam Takambang Jadi Guru" dimana siswa belajar fisika dari berbagai peristiwa di sekitar mereka, melalui penggunaan media dan sumber/bahan ajar bertemakan lingkungan, terasah kemampuan mereka menyelesaikan dan mengatasi permasalahan lingkungan.
"Pengetahuan fisika dan keterampilan sains yang terpupuk diperkuat dengan pengetahuan dan keterampilan menyelesikan masalah lingkungan," jelas Prof. Dr. Desnita, M.Si.
Editor :






