Sementara virus corona yang ditemukan di China teridentifikasi jenis baru dan belum pernah ditemukan sebelumnya sebagai virus corona yang menyerang manusia.
Virus corona jenis baru yang ditemukan di China itu secara kekerabatan dekat dengan virus SARS, dan dapat menular tidak hanya dari hewan pembawa virus tapi juga antar manusia.
"Virus ini bisa menular dari satu orang ke orang lain. Kalau itu terjadi maka otomatis penyebaran virus corona-nya akan lebih cepat," ujarnya.
Bakhrizal menuturkan masa inkubasi hanya beberapa hari dari terinfeksi virus corona asal China sampai timbul gejala sehingga dimungkinkan saja orang yang terinfeksi tapi belum muncul gejala selalu bepergian ke tempat lain baik itu di dalam kota maupun sampai ke luar negeri.
"Jadi mungkin saja terjadi bahwa ada orang yang sudah terbang jauh dalam satu hari gejalanya belum muncul begitu sampai di negara tujuan baru muncul gejalanya," ujarnya.
Karena virus corona bisa ditularkan lewat hewan ke manusia dan antar manusia, maka masyarakat pada umumnya harus waspada walaupun tidak perlu terlalu panik tapi harus sudah melakukan upaya-upaya pencegahan diantaranya pertama, hindari kontak dan pendekatan dengan pasien yang diduga terkena virus corona.
Kedua, masyarakat harus menghindari kontak dengan hewan terutama di negara yang sudah terdapat kasus positif adanya pasien terjangkit virus corona.
"Virus corona itu bisa menyerang manusia, bisa menyerang hewan, dan juga ada yang menular dari hewan ke manusia," tutur Bakhrizal.
Ketiga, masyarakat harus selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat agar tidak mudah terjangkit penyakit.
Editor :






