MENTAWAI - Internet sudah menjadi kebutuhan masyarakat, tidak terkecuali di wilayah terluar seperti Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Lancarnya jaringan internet juga menyasar aspek pariwisata dan perdagangan di pulau Mentawai. Pegiat pariwisata dan pelaku kuliner di Mentawai mengandalkan internet untuk mempromosikan destinasi wisata dan dagangan.
Peluang ini juga menjadi tantangan bagi penyedia layanan internet untuk mendapatakan kepercayaan masyarakat dan wisatawan yang datang ke Mentawai. Di Kabupaten Kepulauan Mentawai IndiHome bisa dibilang menjadi pemain tunggal untuk layanan internet.
Yang menjadi peluang dan tantangan adalah bagaimana IndiHome bisa memberikan layanan one-stop yang mudah digunakan. Jadi melalui IndiHome masyarakat bisa menikmati semua layanan. Kami harus pastikan konektivitas kami bisa dinikmati semua orang dan terjangkau yang bisa menunjang aktivitas tanpa batasnya, ucap E. Kurniawan, Vice President Marketing Management Telkom Indonesia, di Jakarta, Selasa (14/2/2023).
Internet Untuk Promosi
Jasa perjalanan ke titik ombak selancar dan pulau pasir putih jenis paket wisata yang ditawarkan Ben Sakoikoi. Caranya mudah, wisatawan cukup membuat kesepakatan via platform instagram @hellobensakoikoi yang ia kelola mandiri.
Mentawai merupakan surganya para peselancar ada ratusan titik ombak di Pulau Sipora, peluang ini yang dimanfaatkan oleh Ben Sakoikoi.
Tiurma Sinaga, pengusaha kuliner dan penginapan di Desa Tuapeijat mempromosikan usaha kuliner secara online. Tiurma juga melayani jasa titip barang Padang-Mentawai, konsumen yang sudah memesan online via facebook Tiurma Sinaga akan mendapati orderan mereka setelah kapal bersandar di Dermaga Tuapeijat, Kepulauan Mentawai.
Kecepatan internet di Mentawai berubah pesat pasca ditariknya kabel optik dari Padang ke Pantai Mapaddegat, Mentawai, pada tahun 2019. Semula, meskipun berada di ibu kota kabupaten layanan internet hanya ada dibeberapa titik dengan kecepatan yang relatif terbatas, sambung Tiurma.
Editor : Berita Minang






