Padang-Sifat nasionalisme dan patriotisme adalah kunci untuk mempersatukan seluruh kalangan masyarakat Indonesia. Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam Bahasa Inggris 'nation') dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Hal itu ditegaskan oleh Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Ganefri, Ph.D. dalam sambutannya ketika mewisuda 1406 lulusan UNP periode ke-117 hari ini (14/12) bertempat di Auditorium Kampus Air Tawar Padang.
Lebih lanjut Prof. Ganefri, Ph.D. menegasJika nasionalisme dalam konteks dulu dibangun untuk membentuk kesadaran kolektif demi memerdekakan diri dari kolonialisme, di era kontemporer ini nasionalisme harus dibangun untuk membawa Indonesia menjadi negara yang maju dan berdaulat.
"Untuk itu, diperlukan strategi-strategi yang tepat dan efisien dalam upaya menumbuhkembangkan kembali nasionalisme di kalangan masyarakat Indonesia kontemporer, khususnya di kalangan kelompok generasi muda," jelas Prof. Ganefri, Ph.D.
Menurut Prof. Ganefri, Ph.D., hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menguatkan kembali nasionalisme di level pendidikan formal. Prof. Ganefri, Ph.D. menegaskan bahwa muatan nilai-nilai Pancasila wajib diberikan serta diamalkan di semua level pendidikan formal dengan penerapan yang tepat.
Selanjutnya, Prof. Ganefri, Ph.D. menegaskan hal ketiga, penguatan nasionalisme dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan budaya populer, seperti kegiatan olah raga, musik, film, kompetisi pendidikan, dan masih banyak lagi.
Selain itu, Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. menjelaskan berdasarkan klasterisasi Perguruan Tinggi, yang dirilis Kemenristekdikti tanggal 16 Agustus 2019 lalu, UNP masuk 25 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia, hal ini menandakan bahwa UNP kembali mengalami peningkatan dari rangking 26 tahun 2018 naik ke rangking 25 di tahun 2019 ini, dari 4000 perguruan tinggi di Indonesia.
Menurut Rektor Prof. Ganefri, Ph.D., capaian tersebut merupakan wujud dari usaha UNP mempertahankan Akreditasi Institusi A (unggul) dan dinamis dalam meraih target di rangking 20 besar di tahun 2020 nanti.
Menurut Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. selain itu kebijakan UNP juga menerapkan joint curriculum, joint degree dan double degree, bagi Program Studi yang memiliki Kelas Internasional. Sampai tahun 2019 UNP telah memiliki 15 prodi yang membuka Kelas Internasional, 4 Prodi telah memiliki akreditasi Internasional AUN-QA tanggal 20-22 Agustus tahun ini, yaitu Prodi S1 Pendidikan Kimia, Pendidikan Teknik Elektro, Manajemen dan Pendidikan Bahasa Inggris. Selain itu ada 6 Prodi lagi dalam persiapan menuju AUN-QA, dan sisanya terdapat 9 prodi yang dalam proses Akreditasi ASIIN dari lembaga akreditasi Internasional berkedudukan di Jerman.(ET)
Editor : Marjeni Rokcalva






