Sementara, Kepala BLK Solsel, Seven Dovitra mengatakan, BLK di Ponpes Bustanul Huda merupakan bantuan pemerintah pusat sebesar Rp 1 miliar. "Alokasi Rp 1 miliar dipergunakan untuk bangunan Rp 500 juta dan peralatan jahit Rp 500 juta dan sekarang sudah siap dipergunakan," ujarnya.
Kepala Seksi Pontren Kantor Kementerian Agama Wilayah Sumbar Yosep khairul mengatakan, pesantren harus menciptakan keterampilan yang menghasilkan bagi santri dan masyarakat sekitar.
"Sudah banyak contoh pesantren yang menghasilkan dari keterampilan siswa serta masyarakat sekitarnya dan keberadaan BLK di Bustanul Huda diharapkan bisa sebagai awal menciptakan inovasi," ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat, Buya Hasan Basri Datuak Rang Kayo Basah, selaku salah satu pendiri Ponpes mengatakan bahwa mendirikan Pesantren tidaklah mudah dan butuh perhatian bersama.
Menurutnya saat ini bantuan pemerintah sudah banyak, namun demikian bantuan masyarakat juga jangan sampai berhenti. Ia juga bersyukur semakin diminatinya Pesantren Malus yang keberadaannya terus eksis mencetak generasi Qurani dan Islami.
(hms/mr) Editor :






