Padang-Melahirkan sarjana ekonomi yang kompetitif memerlukan inovasi dalam meningkatan kualitas lulusan. Selain melakukan aktvitas akademik, menyelenggarakan wahana ilmiah bagi perkembangan terbaru di dunia ilmu pengetahuan juga menjadi faktor penting dalam mendiseminasikan berbagai hasil penelitian.
Untuk menjaga kualitas lulusan di era Revolusi Industri 4.0, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang (FE UNP) konsisten melaksanakan Padang International Conference on Economic, Education, Business and Accounting , yang membahas tantangan dan peluang baru dalam ekonomi, bisnis dan pendidikan dikaji secara ilmiah oleh 142 pemakalah. Bahkan empat pembicara utama dari empat negara ikut memberikan pandangannya.
Kegiatan ini PICEEBA) yang ke-4 kali dihelat ini berlangsung, Sabtu (16/11) yang digelar Fakultas Ekonomi (FE) UNP. Salah satu point penting yang dikemukakan Rektor UNP Prof Ganefri, mengakui di era revolusi industri 4.0 ini, sektor ekonomi menjadi hal yang berdampak. Termasuk dalam pendidikan dan sub sektor lainnya.
"Misalnya dalam akutansi, sekarang program hitungannya telah ada. Tinggal memasukkan data, hasilnya sudah tampak. Ini menjadi tantangan kita dalam pendidikan ekonomi di kampus," katanya saat pembukaan PICEEBA ke-4 ini.
Dengan begitu, pihak perguruan tinggi diminta untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pasalnya teknologi kecerdasan buatan ini juga telah merambah hingga pada hal mendasar.
Tapi dia menegaskan sentuhan manusia masih diperlukan. Jadi inovasi yang sifatnya disrupsi telah muncul. Jadi sekarang bagaiaman mencari inovasi baru, sentuhan manusia yang tak bisa digantikan teknologi lagi.
Khusus di UNP, mahasiswa juga diajarkan dengan eknologi terbaru dalam bidang pendidikan ekonomi ini.
"Kita ada labor yang fasilitasnya berbasis IT. Artinya teknologi itu yang dikuasai oleh mahasiswa," katanya.
Ketua panitia Alpon Satrianto menyebutkan dari 220 makalah yang masuk, ada 142 makalah yang diseleksi panitia. Makalah yang diterima pada PICEEBA pertama, kedua dan ketiga telah diterbitkan pada prosiding yang terindeks Atlantis Press.
Editor : Marjeni Rokcalva






