IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pakar Lingkungan Mengkaji Kematian Massal Ikan Hulu Batang Maek di UNP

Diskusi ilmiah kematian ikan massal di Batang Maek yang dibahas oleh beberapa pakar lingkungan pada hari ini (16/ 11) di Ruang Senat UNP Kampus Air Tawar Padang.
Diskusi ilmiah kematian ikan massal di Batang Maek yang dibahas oleh beberapa pakar lingkungan pada hari ini (16/ 11) di Ruang Senat UNP Kampus Air Tawar Padang.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Padang-Atas dorongan mahasiswa Program Studi S2 dan S3 Ilmu Lingkungan, Pascasarjana Universitas Negeri Padang menggelar diskusi ilmiah pada hari ini (16/ 11) yang dilaksanakan di Ruang Senat UNP Kampus Air Tawar Padang.

"Fenomena kematian ikan secara massal di hulu Batang Maek, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat ini telah menjadi isu lingkungan yang menarik secara nasional dan perlu diungkapkan secara ilmiah. Oleh karena itu, kita perlu menggundang berbagai ahli lingkungan, LSM dan pemerhati lingkungan," jelas Prof. Dr. Eri Barlian ketika menyampaikan argumentasinya untuk mengawali diskusi ilmiah tersebut

Diskusi ilmiah itu, dihadiri oleh 300 peserta yakni para pakar lingkungan Sumatera Barat di antaranya Dr. Indang Dewata (UNP), Prof. Dr. Isril Berd (Unand), Prof. Eni Kamal (UBH), Dinas LH, Wali Nagari, masyarakat Tanjung Balit, PKLH UNP, LSM Lingkungan WWF, Dosen, mahasiswa Pascasarjana, dan mahasiswa Kimia FMIPA Universitas Negeri Padang.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Dalam paparannya, Dr. Indang Dewata, M.Si menjelaskan bahwa perlu dikaji secara lebih komprehensif lagi kasus kematian massal ikan di Batang Maek ini dari sudut pandang berbagai bidang ilmu. Menurutnya, untuk mengungkap kasus tersebut pihaknya akan melakukan kajian yang serius sesuai dengan keilmuwan.

Untuk itu, menurut Indang Dewata, gerakan ke depan akan ada dan perlu sinergis berbagai pihak untuk memecahkan masalah dan antisipasi agar kasus itu jangan terjadi lagi di kemudian hari.

Lebih lanjut, Indang Dewata menjelaskan perlu adanya kejelasan data untuk menangkal masalah ini agar jangan terjadi multi opini yang saling menyalahkan dan merugikan masyarakat setempat, karena variabel erosi, sedimentasi, dan penambangan atau eksploitasi lahan. (ET)

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH