Padang-Fenomena pendidikan di Indonesia menunjukkan masih rendah dan kurangnya latihan-latihan dalam aktivitas pembelajaran yang mendorong berkembangnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Kondisi pembelajaran yang masih sangat berorientasi pada hasil ujian menyebabkan hilangnya iklim belajar yang rileks, terbuka dan mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif.
Demikian disampaikan oleh ketua Tim Pengabdi Prof. Dra. Yenni Rozimela, M.Ed. Ph.D. kepada wartawan hari (12/11) di Kampus FBS Air Tawar Padang didampingi anggota tim Desvalini Anwar, S.S, M.Hum., Ph.D. dari Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris FBS UNP.
"Untuk itulah tim pengabdi dari FBS melakukan kegiatan pengabdian masyarakat merancang Jumping Task untuk guru-guru MTSN 1 dan MTSN 6 Padang pada semester Juli-Desember," jelas Yeni Rozimela.
Lebih lanjut Prof. Yeni menjelaskan pada akhir pelatihan guru diberikan post-test untuk melihat kemajuan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang dan mengaplikasikan Jumping Task. Hasilnya terlihat ada peningkatan pengetahuan dan kemampuan guru dalam merancang Jumping Task.
Menurut Prof. Yenni Rozimela, diharapkan kegiatan pelatihan berikutnya bisa dilaksanakan dan lebih fokus pada latihan mengaplikasikan tugas berbasis Jumping Task LSLC langsung di kelas-kelas Bahasa Inggris. (ET)
Editor : Marjeni Rokcalva






