Diperlukan strategi literasi kebahasaan yang lebih adaptif dan kontekstual, khususnya dalam lingkungan pendidikan dan keluarga. Guru Bahasa Indonesia dapat mengintegrasikan isu-isu kebahasaan digital ke dalam pembelajaran agar siswa lebih sadar terhadap pentingnya berbahasa sesuai kaidah. Selain itu, orang tua juga perlu membimbing anak dalam penggunaan bahasa di media sosial. Pemerintah melalui lembaga bahasa juga perlu menggalakkan kampanye literasi digital yang ramah remaja. Penelitian lanjutan dapat mengembangkan kajian ini dengan cakupan data lebih luas dan melibatkan platform media sosial lainnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang dinamika bahasa remaja di era digital.
DAFTAR PUSTAKA
Amalia, R. (2021). Dinamika bahasa remaja dalam media sosial. Jurnal Bahasa dan Sastra, 10(1), 55–66.
Andini, M., & Fitri, H. (2023). Persepsi remaja terhadap penggunaan bahasa gaul dalam platform digital. Jurnal Komunikasi Digital, 4(1), 41–53.
Herlina, D., & Putri, A. S. (2020). Pengaruh media sosial terhadap penggunaan Bahasa Indonesia oleh remaja. Jurnal Pendidikan Bahasa, 8(2), 132–144.
Maulana, I. (2021). Fenomena campur kode dalam komunikasi digital. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(1), 89–97.
Nababan, P. W. J. (2021). Sosiolinguistik: Suatu pengantar. PT Rineka Cipta.
Pusat Bahasa. (2021). Pedoman umum ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.







