6. Struktur Kalimat Tidak Efektif
Beberapa komentar mengandung kalimat yang tidak lengkap, seperti tanpa subjek atau predikat yang jelas, serta struktur yang repetitif (“bener-bener lebay sumpah”) yang tidak logis dalam tulisan formal.
7. Kosakata Alay dan Viral
Kata seperti “pinjol”, “ambyar”, dan penggunaan emoji berlebihan () menunjukkan pengaruh budaya viral di media sosial yang berorientasi pada hiburan, bukan pada substansi isi atau argumentasi.
2) Refleksi Sosiolinguistik
Namun, ketika pergeseran ini tidak diiringi dengan literasi kebahasaan formal, akan terjadi ketimpangan antara kemampuan ekspresif dan kemampuan struktural bahasa. Ini menjadi ancaman nyata terhadap kemampuan menulis ilmiah, berpikir sistematis, dan berkomunikasi formal.
3) Dampak terhadap Pendidikan dan Solusi
Jika tren kesalahan ini tidak diatasi, akan muncul generasi yang memiliki kesenjangan besar antara kemampuan berbahasa informal dan formal. Beberapa dampak nyata yang mungkin timbul:
• Kesulitan Menulis Akademik: Remaja kesulitan membedakan bahasa tulisan ilmiah dan media sosial.







