IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia pada Konten Debat Publik di Medsos

Foto Khevariesmi Hanibal, dkk
Ilustrasi Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia pada Konten Debat Publik di Medsos
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Bahasa yang digunakan dalam media sosial oleh remaja cenderung bersifat ekspresif, singkat, dan tidak memperhatikan aturan ejaan atau struktur kalimat yang benar. Sebagian besar pengguna memilih menggunakan singkatan, bahasa gaul, atau mencampurkan Bahasa Indonesia dengan bahasa asing. Hal ini dapat menjadi indikasi melemahnya kesadaran berbahasa yang sesuai kaidah, terutama di ruang publik daring. Pengaruh media sosial yang sangat besar terhadap gaya komunikasi remaja mendorong perlunya kajian kebahasaan yang relevan dengan fenomena kekinian.

Beberapa penelitian sebelumnya telah membahas penggunaan bahasa tidak baku di media sosial, namun kebanyakan belum secara khusus memfokuskan pada analisis kesalahan berbahasa berdasarkan kategori linguistik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh remaja pada komentar-komentar di Instagram, serta mengevaluasi dampaknya terhadap pemahaman dan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan literasi bahasa, khususnya dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital.

METODE

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari satu unggahan Instagram yang sedang viral, khususnya komentar-komentar dari remaja. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi berupa tangkapan layar terhadap 15 komentar yang dipilih secara purposif berdasarkan variasi gaya bahasa dan asumsi usia penulis.

Teori yang digunakan adalah teori analisis kesalahan berbahasa (Tarigan, 1995) yang mencakup kesalahan fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan ejaan. Selain itu, teori campur kode dari Nababan (1991) digunakan untuk menelaah percampuran bahasa Indonesia dengan bahasa asing. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dalam bentuk tabel, interpretasi berdasarkan kaidah KBBI dan PUEBI, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Penelitian ini menganalisis 15 komentar dari unggahan Instagram yang viral dan mengandung percakapan antara seorang remaja dan Gubernur Jawa Barat. Komentar-komentar tersebut mencerminkan berbagai bentuk kesalahan berbahasa Indonesia, baik secara formal maupun sosiolinguistik. Untuk mendalami fenomena tersebut, setiap komentar dianalisis berdasarkan jenis kesalahan linguistik utama dan penjelasan mendalam atas aspek kebahasaan yang dilanggar.

Tabel 1. Klasifikasi Kesalahan Bahasa dalam Komentar Remaja di Media Sosial

Komentar dan Jenis Kesalahan:

1 . Jiaahh,,, kena prank deh, tp ga apa² hiburan… Ejaan, Singkatan “tp” (tetapi), “ga apa²” → informal; tanda baca “,,,” tidak baku

IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH