Polres Dharmasraya Minta 5 Tersangka DPO Kasus Penganiayaan di Koto Ranah Segera Menyerahkan Diri

DHARMASRAYA - Menyerahkan diri atau tetap dikejar polisi. Setidaknya ini pernyataan Polres Dharmasraya terhadap 5 orang lagi yang kini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Dharmasraya dalam kasus penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan orang meninggal dunia di Nagari Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar). Kasus yang terjadi pada hari Minggu, 21 Juni 2020 lalu, yang melibatkan oknum Anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya. Ke-5 orang tersebut namanya telah di kantongi polisi.

Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah, melalui Kasatreskrim AKP Suyanto, saat ditemui pada hari Sabtu (17/04/2021) mengatakan, benar sekali ada 5 orang yang saat ini masuk DPO Polres Dharmasraya, dalam kasus penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan orang meninggal dunia korban yang bernama Dani kumara (23 tahun).

Nama nama ke-5 orang tersebut sudah ada pada pihak kami Tim Opnal Satreskrim Polres Dharmasraya. Untuk itu, polisi meminta mereka segera menyerahkan diri saja untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya apalagi sekarang dalam bulan suci Ramadan.

Baca Juga


"Namun, walaupun tidak akan menyerahkan diri kami pihak Polres Dharmasraya Satreskrim, kami akan tetap mencarinya sampai kapanpun juga, karena kasus ini mengakibatkan meninggal seorang," tegas Kasatreskrim Polres Dharmasraya AKP Suyanto.

Secara bertahap, kasus penganiayaan secara bersama-sama telah kami selidiki dan pemeriksaan yang pertama 4 orang sudah di vonis oleh hakim dan sekarang sedang menjalani hukuman berselang beberapa waktu Selanjutnya. Oknum Anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya diduga ikut dalam kasus penganiayaan secara bersama-sama,tersebut dan telah menyerahkan diri. Kemudian beberapa hari lalu satu orang DPO juga sudah kita amankan saat pulang ke rumahnya.

"Kami pihak Kepolisian Polres Dharmasraya khususnya Satreskrim berharap kepada semua pihak untuk membantu memberikan informasi kepada kami, karena informasi sekecil apapun dalam pengungkapan kasus ini sangat berharga bagi kami," tegas AKP Suyanto. (Eko/MR)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru