Tunggu Hasil Swab, Lock Down di Boarding School SMP 2 Sawahlunto

KESEHATAN-674 hit

SAWAHLUNTO - Kasus peningkatan korban terpapar COVID-19 terus mengancam, jika keseriusan pemerintah Kota Sawahlunto melawan COVID-19 tidak dibarengi dengan konsistensi penegakan protokol kesehatan secara simultan. Pemerintah memberi ruang untuk beraktifitas, namun sebagian warga abai dengan ancaman yang berada didepan mata.

Terkait ledakan siswa positif kemarin, Asril, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto,Sumatera Barat, yang dihubungi beritaminang.com mengkonfirmasi dari 26 warga terkonfirmasi positif Rabu (7/4), terdapat 21 siswa boarding school SMP 2 yang harus dikarantina di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) dan Mess W39 milik PT Bukit Asam UPO. Ini peristiwa pertama kali terjadi dengan ledakan mendadak yang harus diwaspadai.

Menurut Asril, pemberlakuan status lock down akan diperhitungkan lamanya berdasarkan pertimbangan hasil swab test yang dilakukan terhadap semua personil di SMP 2 kemarin (7/4). Jika hasilnya semua negatif, maka akan diperhitungkan kembali bagaimana pola dan proses kegiatan belajar mengajar yang akan diterapkan terhadap siswa dan guru dalam melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Baca Juga


Menurut dia, kemarin, semua guru, pegawai, pembina asrama, petugas kebersihan, tukang masak dan siswa telah dilakukan swab test PCR. Namun hal itu belumlah cukup bahkan menurutnya akan dilakukan swab ulang. Hal ini untuk menentukan status lamanya lock down yang akan diberlakukan di SMP 2 itu. Asril berharap hasilnya swab selanjutnya tidak ada lagi penambahan kasus baru yang menimpa siswa sekolah menengah pertama tersebut.

Ditambahkan beliau, semua ruangan asrama dan ruang belajar sudah dilakukan penyemprotan disinfektan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Asril juga menghimbau kepada seluruh keluarga siswa untuk tidak panik dan menyerahkan penanganan kasusnya kepada Satgas COVID-19 atau Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto.

Sementara itu, Sekretaris Satgas COVID-19 Adriyusman mengatakan, 26 orang yang dinyatakan positif kemarin akan dilacak jejak kontak eratnya melalui proses tracking dan tracing untuk menentukan kepastian memutus rantai penularan secara efektif sesuai prosedur protokol kesehatan penanganan COVID-19. Hal itu tergambar dari aktifitas yang dilakukan para survelence Satgas Penanganan COVID-19 Kota Sawahlunto yang turun bersama BPBD.

Terpisah, Kasatpol PP Jhon Hendri Saat dihubungi malam tadi mengatakan, pihaknya saat ini memang tidak lagi melakukan razia penegakan Perda COVID-19 karena tidak tersedianya dana yang cukup dan menunggu usulan anggaran refokusing yang diajukannya untuk pengamanan sekitar Rp 700 juta yang belum final.

"Namun bukan berarti tugas lapangan tidak dilakukan, secara fungsional kegiatan masih tetap berlangsung sebisanya seperti mengingatkan masyarakat untuk taat menerapkan 3M atau dan protokol kesehatan, dan bukan melakukan razia penegakan Perda. Sebab untuk penegakan butuh biaya operasional seperti yang kami usulkan sekitar Rp 700 juta, sekarang dananya untuk itu tidak ada karena Pemko fokus dengan refokusing anggaran sekitar Rp 27 milyar untuk diprioritaskan sebagai biaya penanganan COVID-19 terutama untuk biaya vaksin dan karantina." Ungkap Jon Hendri.

Mana Posko Satgas COVID?

Kurang seriusnya Pemerintah Kota Sawahlunto terhadap penanganan COVID-19 tercermin dari ketiadaan Posko Satgas Penanganan COVID-19 di daerah ini. Sebelumnya, sudah ada posko dengan memanfaatkan bangunan milik pemerintah bantuan APBN yang sudah cukup lama siap dibangun tapi belum dimanfaatkan dan diresmikan pamakaiannya. Dengan dalih mau diresmikan, posko COVID yang menumpang itu harus dipindahkan dan membiarkannya kosong melompong menunggu peresmian yang tak pasti kapan pelaksanaannya.

Karena tidak memiliki posko khusus COVID-19, Posko Satgas dititipkan ke Kantor Kesbangpol PBD. Saat dipantau kelapangan, wartawan beritaminang.com tidak menemukan ruangan khusus yang personilnya lengkap terdiri tim Satgas gabungan. seperti tim data survelence Dinas Kesehatan, TNI dan Polri, Pol PP dan unsur lainnya karena mereka berada dikantor masing-masing.

Sempat dikonfirmasikan ke Pemko melalui Wawako H.Zohirin Sayuti dan Kaban PBD Adriyusman, keduanya dengan enteng mengklaim posko Satgas COVID-19 Kota Sawahlunto itu masih ada bukan hilang tapi sudah dipindahkan ke BPBD. Lagi-lagi yang ditemukan dilapangan Satgas dari unsur Dinkes berada dikantornya di eks Tamka Desa Sikalang, BPBD dikantornya sendiri pula, dan unsur lainnya juga sendiri-sendiri juga.

"Padahal posko itu kan ruang pelayanan publik untuk melaporkan situasi dan kondisi yang terjadi, tidak cukup hanya dengan via telepon semata. diharapkan pemerintah peka serta serius untuk menangani COVID-19 dengan menyatukan kembali Tim Satgas COVID-19 dalam satu posko yang sama dan terintegrasi." Kata pejabat di perintahan yang minta dirahasiakan namanya. (Iyos)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru