Dipersulit Jualan, Pedagang Sampaikan Keluhan ke Ketua DPRD Pariaman

PEMERINTAHAN-270 hit

PARIAMAN - Rumah rancak, minantu ndak pulang (rumah bagus, tapi menantu tak pulang). Begitulah kiasan yang disematkan untuk Pasar Rakyat Kota Pariaman.

Mulai beroperasinya Pasar Rakyat Kota Pariaman sejak pekan lalu, menimbulkan persoalan baru bagi sebagian pedagang.

Pemindahan dan penertiban pedagang dari los penampungan ke Pasar Rakyat dinilai tergesa-gesa, hanya demi mengejar acara peresmian yang rencana semula dilakukan oleh Presiden Joko Widodo tanggal 30 Maret 2021.

Baca Juga


Belakangan acara peresmian Pasar Rakyat ini ditunda ke Hari Selasa 6 April 2021. Dari bocoran yang redaksi terima, peresmian bukan dilakukan oleh Presiden Jokowi, melainkan oleh Wapres Ma'ruf Amin.

Padahal Pemerintah Kota Pariaman sudah berusaha maksimal melakukan berbagai usaha dan upaya guna menyambut kedatangan RI 1 ke Pariaman, termasuk penertiban menyisakan persoalan baru bagi sebagian besar pedagang yang merasa dipersulit berjualan.

Guna mendapatkan solusi dari persoalan yang dihadapi perwakilan pedagang akhirnya menemui Ketua DPRD Pariaman, Fitri Nora, Rabu (31/3/2021) pagi di Kantor DPRD Pariaman.

Dalam kesempatan ini, juru bicara pedagang diberikan kesempatan menyampaikan unek-unek dan meminta solusi bagi pedagang di depan Pasar Rakyat yang akan dipindahkan ke los daging.

Rini, perwakilan pedagang menyampaikan kepada Fitri Nora bahwa pedagang keberatan pindah ke los daging yang berada di lantai 2 karena tempat itu tidak mencukupi untuk sekitar 30 pedagang. Sementara di los daging itu sudah dipenuhi meja pedagang daging, jadi mereka yang merupakan pedagang sayur seperti timun, toge, tahu, tempe dan sebagainya itu merasa tidak cocok berada dalam satu tempat.

"Mayoritas kita yang 30 pedagang ini adalah perempuan, dan ada pula yang sudah uzur. Mana mungkin kita kuat mengangkat dagangan berat ke lantai 2 los daging. Bisa dipastikan kami kesulitan. Kita juga khawatir tidak ada pembeli yang bebelanja ke atas," sebut pedagang sayur tersebut.

Ditambahkan Rini, mereka ini dahulunya berjualan di pintu masuk lokasi lama Pasar Rakyat. Karena ada pembangunan mereka pindah ke pasar seberang tepatnya di bawah los daging. Mereka ini tidak memiliki kios di pasar sebelumnya sehingga tidak memiliki hak untuk mendapat kios di Pasar Rakyat yang baru.

"Jadi dalam kesempatan ini Kita meminta Buk Fitri mencarikan solusi terhadap kami agar tetap berjualan seperti biasa guna menyambung hidup. Kami tidak melawan pemerintah apalagi meminta uang ke pemerintah, tapi izinkan kami berdagang saja sudah cukup," sebut Rini.

Menanggapi penuturan pedagang, Fitri Nora menjelaskan bahwa dirinya sejak 3 hari belakangan ini memang banyak mendapatkan keluhan dari para pedagang. Karena berasal dari rakyat, dirinya merasakan apa yang sedang dialami pedagang saat ini.

"Saban hari ada saja pedagang yang menelpon saya melaporkan persoalan yang terjadi di Pasar Rakyat. Jadi saya sampaikan, persoalan ini menjadi perhatian serius kita para wakil rakyat. Saya sudah bahas dengan Komisi 2 yang membidangi masalah ini. Jadi sesudah peresmian Pasar Rakyat, kita akan memanggil Dinas Perdagangan untuk mencarikan solusi persoalan ini," jelas Fitri Nora.

Dalam kesempatan ini Fitri menjelaskan, para pedagang diharapkan untuk bersabar sampai acara peresmian nantinya. Sebenarnya persoalan ini rencananya akan dibahas dengan instansi terkait dalam minggu ini, namun ternyata acara peresmian ditunda.

Bagaimana pun, Pemko Pariaman memang diminta oleh protokoler Istana Kepresidenan untuk menetralisir lokasi sekitar acara peresmian.

"Kita paham yang datang adalah Kepala Negara, memang harus ekstra ketat sesuai protokoler. Saya minta Rini dan kawan-kawan bersabar hingga tanggal 6 April nanti. Tapi nantinya berdasarkan info saya terima tim survei akan turun tanggal 3 April, jadi lokasi harus dibersihkan dari berbagai kemungkinan buruk," papar Fitri.

Setelah mendengarkan penjelasan Ketua DPRD, pedagang akhirnya menerima masukan dari Fitri Nora dan memahami konsekuensi yang terjadi dari kedatangan Presiden untuk peresmian Pasar Rakyat.

"Jadi untuk sementara kita mengalah sampai acara peresmian. Setelah itu kita para pedagang akan ikut dalam hearing dengan Disperindag guna mencari jalan terbaik atas persoalan yang kami hadapi," pungkas Rini.

Setelah berbincang ringan dan menyampaikan berbagai persoalan yang ada, perwakilan pedagang akhirnya pamit kepada Fitri Nora karena dagangan sengaja mereka tinggalkan agar bisa hadir dalan kesempatan ini. (mza)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru