KONI Solsel Gelar Tes Kondisi Fisik Atlet, Tak Penuhi Target Bakal Didegradasi

OLAHRAGA-158 hit

PADANG ARO - Sebanyak 201 atlet binaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan yang direkomendasi 21 Pengurus Cabang Olahraga (Pengcabor) ditarget mengikuti tes kondisi atlet, pada periode Januari-Maret 2021, hanya 175 orang dari 16 Pencabor yang mengikuti.

Seperti yang dilaporkan ketua pelaksana, Ronal Hanifan usai pelaksanaan tes fisik atlet yang dipusatkan di Gor Gelora Energi dan Balai Masyarakat Solok Selatan di Pekonina, Minggu (28/3/2021), bahwa tercatat yang tidak mengikuti tes fisik tahap kedua itu adalah atlit PRSI, PGSI, Perbakin, Pertina, dan Pabbsi.

"Ada atlet dari lima (5) Pencabor yang tidak mengikuti tes kondisi fisik atlet pada pelaksanaan tahap kedua ini," jelas Ronal Hanifan.

Baca Juga


"Padahal sesuai dengan target yang sudah disampaikan Ketua Umum (Ketum) Koni Solsel saat rapat panitia minggu lalu, minimalnya 30 Pengcabor dapat mengutus atlet binaannya saat tes fisik atlet tahap kedua yang dilaksanakan hari ini," tambahnya.

"Sedangkan Pencabor yang sudah mendaftarkan atletnya untuk mengikuti tes sebanyak 21 Pengcabor dengan jumlah atlet sebanyak 201 orang. Akan tetapi saat pelaksanaan juga masih ada yang tidak datang, yaitu PRSI 4 atlet, PGSI 6 atlet, Perbakin 7 atlet, Pertina 2 atlet, dan Pabsi sebanyak 5 atlie," terang Ronal.

"Adapun tes fisik atlet yang dilaksanakan tahap dua ini lanjutan dari pelaksanaan tahap pertama, diantaranya tes sit up, push up, bank up, vertikal jump, stabilisasi level 12, kelenturan, lari 30 M, lari T, lari bolak balik, standing boor jump, dan vo2 max," pungkas Ronal Hanifan.

Sebelumnya, saat pembukaan kegiatan Ketua Umum KONI Solsel, Rengga Husada didampingi Sekum KONI, Isyuliardi Maas menjelaskan, pelaksanaan tes pfsik atlet ini akan dilaksanakan empat kali jelang pelaksanaan Porprov Sumbar yang ditarget tahun ini pelaksanaannya.

"Pelaksanaan tes fisik atlet pertama sudah dilakukan pada akhir tahun 2020 lalu, dan kali ini adalah tahap kedua, periode Januari-Maret. Berikut masih tersisa dua tahapan lagi untuk pelaksanaannya," kata Rengga.

Setiap pelaksanaan tes fisik ini akan dievaluasi, apakah atlet binaan tersebut ada peningkatan, atau biasa-biasa saja, atau ada yang menurun hasil tesnya.

"Jika ditemukan hasil pelaksanaan tes terjadi penurunan, maka bisa-bisa atlet ini akan didegradasi," jelas Rengga.

"Bila mana hasil tes atlet tidak memperlihatkan kemajuan, maka selain dana pembinaan akan dihentikan, atlet juga akan didegradasi dari keikut sertaan untuk Porprov," katanya.

Selain atletnya yang bakal dihentikan dana pembinaan, Pencabor dan pelatih atlit binaan juga akan dihentikan dana pembinaannya.

"Meski demikian, Rengga Husada tetap optimis, bahwa atlet bersama pengacabor dan pelatih akan serius untuk mempersiapkan diri untuk menjaga nama baik kabupaten umumnya, masing-masing cabang olahraga khususnya dalam ajang Porprov nanti," demikian harapan Rengga saat pembukaan seleksi tes fisik atlit, di Gor Gelora Energi Solsel, Minggu (28/3/2021).

Sementara itu Cabang Olahraga (Cabor) yang ikut tes seleksi pisik tahap kedua ini di target minimal 30 cabor dari 43 cabor yang ada di Koni Solsel. Hal ini sekaitan dengan ada beberapa cabor yang SK kepengurusannya sudag habis. AA

Loading...

Komentar

Berita Terbaru