Cerita Perjuangan Penuh Derita Petugas Puskesmas Lubuk Ulang Aling Solsel

PERISTIWA-2571 hit

PADANG ARO - Sarana transportasi jalan menjadi hal yang sangat penting dari berbagai sarana pendukung lainnya dalam melaksanakan aktivitas pelayanan kesehatan bagi tenaga medis dan paramedis di Puskesmas Lubuk Ulang Aling (LUA), Kecamatan Sangir Batang Hari (SBH), Kabupaten Solok Selatan.

"Tanpa jalan yang memadai, maka secara otomatis aktivitas pelayanan kesehatan dan kegiatan kedinasan sudah pasti terhalang," kata Kepala Puskesmas Lubuk Ulang Aling, Wetra Fauza, S.K.M., M.Kes.

Seperti yang selama ini dilakoni oleh seluruh tenaga medis, paramedis, dan kepala puskesmas, jika melakukan pelayanan kepada masyarakat di tiga Nagari yang ada diwilayah kerja Puskesmas Lubuk Ulang yang terletak di Nagari LUA Tangah

Bahkan yang paling parah adalah saat adanya kegiatan yang harus diikuti ke Dinas Kesehatan maupun ke instansi lain di pusat pemerintahan di Padang Aro, beberapa titik jalan sudah rusak berat.

"Bahkan sekitar 20 meter jalan di Jorong Ratau Limo Kapeh Nagari LUA Tengah yang paling parah. Sedikit saja hujan turun, maka jalan tanah yang ada di daerah tersebut sudah sulit dilalui kendaraan, meski sudah gardan dua kendaraannya," kata Kepla Puskesmas Lubuk Ulang Aling, Wetra Fauza, S.K.M., M.Kes.

"Saat intensitas hujan yang cukup tinggi kemarin, mobil dinas Puskesmas bersama dengan mobil pribadi Lukman pegawai kantor Camat SBH terpuruk dijalan yang sudah sangat parah di jalan Rantau Limo Kapeh itu," katanya.

"Hari itu, ada undangan di Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Selatan yang mesti dihadiri petugas puskesmas, dan persis di Jorong Ratau Limo Kapeh Nagari LUA Tengah, kendaraan terhalang oleh kendaraan pak Lukman, saat dibantu untuk ditarik, akhirnya kendaraan puskesmas juga terperangkap di jalan tersebut," cerita Wetra.

"Rentang jalan dari Puskesmas LUA menuju pusat pemerintahan Kecamatan SBH di Abai, setidaknya sampai jalan yang sudah keras dan beraspal hingga ke SMA Negeri 7 Solsel di Abai, ada sepanjang 36 Km yang mesti dilalui setiap ada urusan dinas," tambah Wetra Fauza.

"Beberapa titik jalan itu rusak parah, dan yang paling berat untuk dilalui adalah yang di Jorong Rantau Limo Kapeh itu," katanya.

"Sehingga rutinitas setiap mengantar laporan ke Dinas Kesehatan di Padang Aro, pihak puskesmas harus menanggung resiko menempuh jalan yang sangat berlumpur dan banyak lubang itu, apalagi saat turun hujan," ungkap Wetra.

Masih menurut Wetra, kondisi akses jalan dari lokasi tugasnya ke pusat Pemerintahan ada dua, satu lewat jalan Batang Hari (daerah tanah Galo-red) dan satu lagi jalan Rajawali. Keduanya sama jarak tempuhnya, namun lebih parah lagi bila lewat jalan Rajawali jika hari hujan. Apalagi ada jalan yang sudah putus di daerah Muaro Sangir.

Makanya, pihak Puskesmas sangat berharap adanya upaya peningkatan akses jalan ke daerah mereka oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solsel.

"Sehingga berbagai urusan kedinasan akan dapat lacar dilaksanakan, apalagi untuk memakai sistem laporan secara online tidak bisa dilakukan, karena daerah mereka tidak memiliki jaringan internet atau masuk daerah blank spot," jelas Wetra yang merupakan putra asli daerah setempat.

Masih menurut Wetra, wilayah kerja Puskesmas Lubuk Ulang Aling yang terletak di Nagari LUA Tengah itu ada ada lagi wilayah kerjanya Lubuk Ulang Aling Induk dan Lubuk Ulang Aling Selatan. Tercatat juga ada 14 Jorong yang menjadi wilayah kerja, tujuh diantaranya harus dilakukan dengan mempergunakan transportasi air dengan perahu timpek, dan tujuh lagi baru bisa lewat jalan darat.

"Jadi resiko kerja disini tidak saja masalah sarana jalan yang rusak berat, tapi juga masalah belum tersedianya sarana transpotasi air, seperti perahu timpek miliki kita," tambah Wetra Fauza.

Kedepan berbagai persoalan keterbatasan ini tentu menjadi perhatian hendaknya oleh pihak pengambil kebijakan bijakan di kabupaten, sehingga berbagai program kesehatan dan tanggungjawab pelayanan dapat terlaksana sebagaimana mestinya.

"Termasuk untuk kesuksesan dalam menyampaikan laporan, menjemput berbagai obat-obatan dan kebetuhan lainnya. Termasuk untuk kesukseaan program penuntasan Covid-19 ini, seperti pelaksanaan vaksinasi Covid-19," demikian Wetra Fauza. AA

Loading...

Komentar

Berita Terbaru