Kemenaker RI Respon Usulan Sawahlunto Tawarkan Lahan Workshop Otomotif

PEMERINTAHAN-144 hit

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan RI Hj.Ida Fauziah respon usulan pembangunan workshop otomotif alat berat Kemnaker RI yang diajukan Pemerintah Kota Sawahlunto melalui surat yang dikirim pertengahan Januari 2021 silam. Hal itu tercermin dari pertemuan Menteri Ida Fauziah dengan Wako Sawahlunto Deri Asta bersama Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, diruang kerja menteri kemarin (25/3/21).

Kepala Dinas PMTSP dan Naker Kota Sawahlunto, Dwi Darmawati, mengabarkan info tersebut kepada beritaminang.com petang kemarin disaat berlangsungnya pertemuan di ruang kerja menteri. Dikatakan Dwi, yang akrab dipanggil Ema ini menginformasikan, Kementerian Ketenagakerjaan mendukung upaya Pemerintah Daerah (Pemda) menurunkan pengangguran melalui berbagai program yang sesuai dengan karakteristik demografi daerahnya.

Program-program yang dilaksanakan oleh daerah tersebut seyogyanya bersinergi dengan program Kemnaker sebagaimana yang telah dilakukan selama ini, sehingga berdampak positif terhadap masyarakat dalam memperoleh penguatan pengetahuan dan keterampilan untuk siap bersaing ditengah lajunya teknologi dan industri global.

"Kementerian Ketenagakerjaan akan terus mengupayakan berbagai program-program yang mendorong peningkatan dan penguatan skill sumberdaya tenaga kerja Indonesia dalam hubungan kerja maupun di luar hubungan kerja, untuk penempatan tenaga kerja di dalam negeri maupun luar negeri yang berdaya saing" kata Dwi Darmawati mengutip statement Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, saat menerima audiensi dengan Wako Deri Asta dan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, di Jakarta kemarin.

Diteruskan Dwi, Menaker Ida Fauziyah mengungkapkan, Pemda dapat mengoptimalkan SDM yang ada di daerah untuk dapat masuk ke pasar kerja melalui mekanisme Antar Kerja Antar Daerah (AKAD), Antar Kerja Lokal (AKL), maupun Antar Kerja Antar Negara (AKAN). Untuk mempersiapkan itu sebuta dia, Pemda dapat mengembangkan berbagai program peningkatan kompetensi, sehingga mampu bersaing dengan SDM daerah lain dan siap berkompetisi di pasar kerja nasional.

"Termasuk pula program-program pemberdayaan bagi tenaga kerja disabilitas, muda, wanita, dan lanjut usia, agar tenaga kerja khusus yang vulnerable (rentan) ini memperoleh kesempatan sama untuk masuk dalam pasar kerja," tukuk Ida Fauziyah sebagaimana dikutip Dwi Darmawati yang mengabarkan menteri saat itu didampingi Dirjen Binalattas, Budi Hartawan, dan terlihat hadir dalam acara tersebut mitra kerjanya Anggota Komisi IX DPR RI H.Darusl Siska, serta mantan Dirjen Bina Pelatihan dan Produktifitas (Binalatta) Masri urang awak dari Desa Muaro Kalaban.

Usulan Sawahlunto

Menurut Dwi melalui daring, ada 4 pertimbangan terhadap usulan yang diajukan ke Kementerian Ketenagakerjaan RI cq UPTD BLK Padang yakni terkait minat masyarakat untuk memperoleh keterampilan sebagai operator alat-alat berat cukup banyak,tidak hanya di Sawahlunto tapi juga dari kabupaten/kota di Sumatera Barat.

Kemudian, lanjut Ema, APBD Sawahlunto tentu tidak mampu membiayai pembangunan workshop tersebut jika tetap menjadi bagian dari UPTD BLK Sawahlunto. Kemudian pertimbangan ketiga adalah dunia kerja sektor pertambangan meski aktifitasnya berkurang tetapi penggunaan terhadap alat-alat berat masih sangat dibutuhkan oleh para pencari kerja lainnya dalam wilayah kerja UPTD BLK Padang yakni, Provinsi Riau, Provinsi Kepulauan Riau dan Sumatera Barat.

Kemudian Sawahlunto menawarkan lahan untuk dapat digunakan sebagai tempat berdirinya workshop seluas 8,5 hektar lebih ditambah adanya satu unit bangunan siap untuk digunakan dan hibahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan dengan akses jalan menuju kesana sudah didukung jalan beraspal serta sudah adanya bangunan pemerintah berdiri disekitar lokasi itu.

"Pak Wako Deri Asta sudah memaparkan kehadapan Bu Menteri tentang semua itu. Dikatakan beliau, jika workshop itu terealisasi berdiri maka dampak besarnya adalah meningkatnya perekonomian masyarakat. Agar Bu Menteri lebih yakin dan percaya dengan usulan yang disampaikan maka rombongan diajak untuk meninjau lahan itu di Parambahan, Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat." Tukuk Dwi Darmawati.(Iyos).

Loading...

Komentar

Berita Terbaru