Sumbar Usulkan Tokoh Pers Djamaluddin Adinegoro jadi Pahlawan Nasional

PERISTIWA-162 hit

SAWAHLUNTO - Ketua Masyarakat Sejarah Indonesia (MSI) Dr.Wannofri Samry,M.Hum siap perjuangkan tokoh pers Djamaluddin Adi Negoro sebagai pahlawan nasional. Namun untuk memperjuangkan itu dibutuhkan naskah akademik dengan melibatkan organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan lembaga pers yang memiliki tokoh-tokoh senior paham dengan kepahlawanan Djamaludin Adinegoro sebagai pejuang. Disamping melibatkan berbagai komponen dan organisasi lainnya.

"Jika ingin mengajukan Djamaludin Adi Negoro tokoh pers sebagai Pahlawan Nasional, upaya yang dilakukan adalah mempersiapkan naskah akademiknya. Hal ini bisa dilakukan dengan menggandeng PWI mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga PWI Pusat, disamping keterlibatan berbagai organisasi dan tokoh-tokoh pers yang sangat paham dengan perjuangan Adi Negoro sebagai tokoh pers. Kata kuncinya tentu didukung pemegang kebijakan seperti Kepala Daerah" Ungkap peniliti sejarah dan juga Ketua P2TGP Sumbar ini.

Pernyataan itu disampaikan Wannofri dihadapan Wako Sawahlunto Deri Asta saat melakukan audiensi di ruangan kerja Wako di Sawahlunto dua hari (22/3/21) lalu, hadir saat itu Ketua PWI Sumbar H.Heranof Firdaus didampingi unsur pengurus PWI Zulnadi, Rusdi Bais, Kadis Sosial PMDPPA Efriayanto, dan Kabag Sosial Nurhasanah .

Wannofri menggarisbawahi, sebagai langkah pertama yang harus dilakukan jika ingin mengusulkan Djamaluddin Adi Negoro sebagai Pahlawan Nasional adalah pentingnya mengumpulkan data tentang perjuangan Adinegoro sebagai tokoh pers sebelum kemerdekaan Indonesia. Selain itu, bagaimana naskah akademik sebagai pembuktian dapat dihadirkan dengan dukungan penuh pemangku kebijakan yakni pemerintah.

Wanoffri menjelaskan secara rinci kepada Wako Deri Asta, upaya yang harus dilakukan tidak hanya melibatkan pemerintah lokal saja tapi Sumatera Barat dan Nasional. Selaku Ketua Tim P2TGP Sumbar yang membidangi masalah pengusulan seorang tokoh menjadi pahlawan nasional, didalam pikiran dan potensi kearah mempahlawankan Djamaluddin Adi Negoro sebagai pahlawan nasional cukup potensial.

"Potensinya cukup besar dan berpeluang, tetapi jangan lupa naskah akademiknya harus kuat dan butuh dukungan banyak lembaga seperti PWI dari semua tingkatan, tokoh-tokoh pers nasional yang banyak tahu dan mampu mentestimonikan perjuangan Adinegoro di dunia pers dimasa perjuangan kemerdekaan RI. Satu hal sebagai kuncinya adalah dukungan kebijakan kepala daerah." Ungkap Wainnofri Samry.

Merespon pendapat itu, Wako Deri Asta mengatakan sependapat dengan Wannofri. Dia siap untuk merepresentasikan hal itu dengan cara membentuk opini terhadap kepahlawanan Adinegoro sebagai tokoh pers nasional. Untuk itu, sebut dia, pihaknya selaku pemerintah mendukung adanya kegiatan dalam bentuk seminar-seminar, sekaligus mengumpulkan data pendukung lainya tentang keberadaan Adi Negoro sebagai tokoh dan pejuang nasional yang layak untuk dibahas dan diajukan sebagai pahlawan nasional.

"Bila data tentang ini disertai kajian akademiknya sudah lengkap maka pihaknya selaku Kepala Daerah Jika akan menghadap Pimpinan DPR RI dan Kementerian Sosial untuk dapat membantu menjembatani keinginan masyarakat Sawahlunto dan umumnya insan pers Indonesia agar Djamaluddin Adinegoro dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional." Tuturnya.

Namun demikian, ulas dia lagi, disamping langkah ini dilakukan, upaya memviralkan Adinegoro sebagai tokoh pejuang pers dalam merebut kemerdekaan harus dilakukan secara intensif melalui berbagai pemberitaan, sehingga isu mengusung Adi Negoro sebagai pahlawan nasional dengan mudah diajukan ke Tim Penilai P2TGP nasional.

Ketua PWI Sumbar Heranof dan anggotanya Zulnadi serta Rusdi BAIS menyarankan, pihak Pemerintah Kota Sawahlunto bisa saja melakukan edukasi dan pengenalan tentang Dajamaludfin Adinegoro sebagai tokoh pers asal Sawahlunto melalui sekolah-sekolah. (Iyos)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru