4 Pejabat Fungsional Inspektorat Solsel Ikuti Pelatihan Jabatan Fungsional Auditor

PEMERINTAHAN-406 hit

Padang Aro - Meski dengan kondisi anggaran yang terbatas, Inspektorat Solsel terus melakukan upaya peningkatan akan kebutuhan Sumberdaya Manusia (SDM) serta terpenuhinya Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang berkualitas.

Pada tahun ini, dengan dukungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumbar, Inspektorat Solsel menyelenggarakan kegiatan pendidikan pelatihan Jabatan Fungsional Auditor (JFA) bagi 4 orang pejabat fungsional..

Menurut Inspektur, Akmal Hamdi didampingi Sekretaris Insoektorat Solsel, Yance Bastian, Selasa (23/3/2021) bahwa pada tahun 2021 ini, " alhamdulilah kita kembali memberi kesempatan pada 4 orang pejabat fungsional untuk mengikuti pelatihan JFA," katanya.

Hal ini sebagai bentuk penguatan dan peningkatan fungsi APIP, yang salah satunya dengan menambah jumlah fungsional di Inspektorat Solsel.

Tercatat hingga 31 Desember tahun lalu, jumlah pejabat fungsional yang ada di Inspektorat hanya sebanyak 10 orang, yang terdiri dari 9 orang auditor dan satu orang P2OPD atau pejabat fungsional yang melaksanakan fungsi diluar auditor," terang Akmal Hamdi.

Dengan diklat JFA, sehingga keterbatasan auditor dalam melaksanakan tugas di Inspektorat sebagai APIP akan terpenuhi. Adapun diklat ini dilakukan menggunakan metode blended learning, yaitu perpaduan antara e-learning dan pembelajaran tatap muka jarak jauh dengan pelaksanaan di aula Inspektorat Solsel.

" Masing-masing peserta menggunakan aplikasi zoom cloud meeting hingga akhirnya mengikuti ujian sertifikasi auditor, " jelas Akmal Hamdi.

Ditambahkan Sekretaris Inspektorat, Yance Bastian, kegiatan pelatihan JFA yang dilaksanakan oleh BPKP ini pesertanya ada 4 orang dengan rincian 3 orang peningkatan/penjenjangan mulau dari Auditor Pertama ke Auditor Muda dan dari Auditor Muda ke Auditor Madya. Berikutnya satu orang pelaksana lanjutan.

Dengan adanya penambahan Auditor ini akan menjadi penguat untuk pelaksanaan tugas tiga Inspektur Pembantu (IRBAN) yang ada di Inspektorat Solsel sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Kabupaten Solsel, "pungkas Yance.

Selanjutkan Inspektur Akmal Hamdi dan Sekretaris Inspektur Yance Bastian menambahkan, sesuai dengan Regulasi tarkait arah kebijakan terbaru dari BPKP dan Permendagari Tentang Kebijakan Pengawasan APIP serta Program Kerja Pengawasa Tahunan (PKPT) yang ditanda tangani Bupati, pelaksanaan pengawasan saat ini sudah berbasis reaiko.

Artinya pelaksanaan pengawasan reguler / rutin yang dilaksanakan Inspektorat pada tahun ini berbeda dengan tahun lalu.

Dimana tahun lalu dilakukan pemeriksaan secara keseluruhan, dan hasilnya hanya berbentuk saran. Sedangkan pada tahun ini pemeriksaan lebih fokus pada kemungkinan resiko yang terjadi di masing-masing OPD atau objek pemeriksaan (Obrik) , dan hasilnya masuk keranah tindak lanjut, " jelas Akmal Hamdi.

" Objek Pemeriksaan atau OPD sebelumnya melakukan analisis resiko, dab hasilnya barulah pihak inspektorat melakukan pemeriksaan resiko yang mungkin ada di instansinya, " kata Akmal.

Terkahir Yance Bastian menambahkan, bahwa kondisi pegawai di Inspektorat Solsel dengan tiga IRBAN saat ini, masih banyak kekurangan, termasuk pejabat fungsional atau Auditor.

Tercatat pegawai di sekretariat hanya 14 orang yang terdiri dari Bagian Umun 7 orang, Bagian Keuangan/Perencanaan 7 orang, serta ditambah pejabat Fungsional 10 orang, " pungkas Yance. AA

Loading...

Komentar

Berita Terbaru