Kanmenag Sawahlunto Gelar Pelatihan Jurnalistik Dukung Penyebarluasan Informasi Media Kredibel

PEMERINTAHAN-130 hit

SAWAHLUNTO - Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, menyelenggarakan pelatihan jurnalistik sebagai upaya mendukung kemampuan 30 anggota berbagai organisasi kemasyarakatan untuk memahami peran dan fungsi media serta dunia jurnalisme sebagai sarana penyampai informasi kredibel tentang kehidupan bertoleransi dan nilai-nilai keagamaan, baik dilingkungan pekerjaan maupun sosialnya. Kegiatan itu berlangsung di Ruang Silo Meeting, Hotel Parai, Kamis (18/3/21).

Zulfahmi, S.Pd.I., panitia penyelenggara, didampingi rekannya Lina Yuliana, S.E., dari staf Kakanmenag kepada beritaminang.com mengemukakan, kegiatan yang diselenggarakannya bertujuan untuk mengenal, mengetahui, dan mendalami tentang dunia perbedaang jurnalistik, media massa, media cyber, dan media sosial. Disamping peserta juga diberikan edukasi bagaimana teknik menulis berita sesuai metode dan kaidah 5W+1H.

"Kami memberikan edukasi ketengah masyarakat dengan jumlah sangat terbatas hanya 30 peserta dari unsur berbagai organisasi kemasyarakat yang ada di Kota Sawahlunto, dengan tujuan mereka mampu mengenal, memahami, dan bahkan menulis berita, minimal membuat rilis di organisasinya masing-masing atau pemberitaan tentang isu-isu keberagaman, toleransi, dan aktifitas keagamaan." tutur Zulfahmi.

Kegiatan yang berlangsung sehari itu menghadirkan dua narasumber yakni Indra Yosef Datmy, S.H., Redaktur portal beritaminang.com juga sebagai Ketua PWI Kota Sawahlunto dengan materi "Dimensi jurnalisme, Media Massa, dan media sosial dari sudut peran dan pengaruhnya ditengah masyarakat". Sedangkan pemateri kedua Haikal, S.Pd.I., Redaktur portal berita klikpositif.com dengan materi teknis penulisan berita menurut sesuai metode 5W+1H.

Plt. Kepala kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto H. Eri Iswandi, M.A., kepada beritaminang.com disela-sela acara pembukaan mengatakan, setiap anggota organisasi kemasyarakatan sudah seharusnya memiliki kemampuan berkomunikasi dan memahami dunia jurnalistik sehingga wawasannya terhadap pengetahuan tentang itu dapat di implementasikan dalam bentuk tulisan-tulisan atau berita yang dapat memperkaya informasi positif kepada masyarakat.

Eri Iswandi melanjutkan, ditengah era globalisasi saat ini hanya orang-orang yang mampu menguasai informasi dan teknologi bisa menguasai dunia. Dia mengingatkan peserta hendaknya mampu menyerap dan mempraktekan materi-materi yang disampaikan para narasumber, sehingga kemampuan untuk menguasai informasi lalu menuliskannya dalam bentuk berita-berita positif yang dapat mengedukasi masyarakat.

Dalam perspektif lain, Eri Iswandi berpendapat, jika peserta mampu mengikuti pelatihan ini dengan baik, lalu mereka implementasikan pengetahuan yang didapat dengan menulis berita-berita positif dilingkungannya baik dalam bentuk rilis maupun berita ringan seperti kegiatan keagamaan, budaya, dan nilai-nilai toleransi yang membudaya disetiap orang Minang, maka ini akan lebih berarti ketimbang hanya sekedar mengikuti pelatihan semata.

"Saya sangat memahami hal itu, karena dahulu juga pernah menjadi wartawan. Dalam kesempatan ini ingin saya katakan bahwa, dimasa sebelum dan sesudah kemerdekaan bangsa ini tidak pernah lepas berjuang dengan memanfaatkan peran dan pengaruh dunia jurnalistik termasuk dalam memperkokoh perjuangan Agama Islam. Apalagi Sumbar sudah dikenal sebagai gudangnya wartawan hebat dan tokoh nasional." tutut Eri, dengan nada datar. (Iyos)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru