Duh! Museum Zoologi Satwa Kandi Sawahlunto Sepertinya Kurang Perhatian, Kurang Promosi

PERISTIWA-269 hit

SAWAHLUNTO - Banyak orang tidak tahu, ternyata di Kota Sawahlunto ada museum zoologi yang menampilkan berbagai jenis kupu-kupu sudah diawetkan. Bukan hanya itu, binatang lain seperti harimau, beruang, tapir, orang hutan, buaya dan jenis hewan lainya turut dikoleksi ditempat ini. Ingin tahu? silahkan datang ke Taman Satwa, Kandi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

Dilahan seluas sekitar 5 hektar, bekas disposal penumpukan tanah galian penambangan batubara PT Bukit Asam Tbk Unit Pertambangan Ombilin ini berdiri taman satwa yang didalamnya terdapat zoologi. Meski berada dibangunan yang tidak tidak terlalu lebar, tapi koleksi hewan mamalia dan primata yang dimiliki museum ini cukup membuat wisatawan teredukasi.

"Tempat ini paling jarang dikunjungi, karena kurang dipromosikan sehingga tidak dikenal orang. Tapi ada juga yang tahu, mereka datang mengumpulkan informasi tentang tentang karakter dan kebiasan-kebiasaan hewan yang diawetkan ini untuk penelitian dan dunia pendidikan." ungkap Zainal, petugas zoologi yang paham tentang museum ini saat berbincang dengan beritaminang.com, Sabtu (14/3/21).

Menurut Zainal, selaku petugas dia merasakan kegundahannya melihat kondisi bangunan fisik taman zoologi itu. Seakan kurang mendapat perhatian Pemerintah Kota Sawahlunto sebagai pemilik dan operator Taman Satwa Kandi itu. Padahal, menurut analisanya, museum zoologi yang terintegrasi dengan taman satwa dan danau Tandikek ini sangat potensial serta mampu menarik pengunjung lebih besar bila dikembangkan dan direstorasi dengan baik.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Nova Erizon,ST,MT yang dihubungi langsung Senin (15/3) kemarin mengakui Taman Satwa Kandi masih sangat potensial sebagai objek pendapatan keuangan daerah. Namun dalam kondisi pandemi COVID-19 saat ini, pihaknya tak mampu berbuat banyak disebabkan tidak tersedianya anggaran untuk membenahi objek wisata tersebut.

"Kami sudah rencanakan dengan anggaran Rp 1 miliar untuk penambahan koleksi hewan, perbaikan infrastruktur, pengadaan dan perbaikan berbagai wahana air serta fasilitas lainnya. Khusus untuk museum zoologi dan taman kupu-kupu juga jadi pusat perhatian. Tapi semuanya buyar karena anggaran itu dialihkan untuk penanganan COVID-19." ungkap dia.

Saat pemantauan dilapangan, setelah pengunjung membeli tiket dan kermudian menuju gerbang utama masuk ke taman, tidak terlihat seorang petugas melakukan sortiran atau cek karcis. Pengunjung boleh masuk tanpa adanya petugas penjagaan.(Iyos)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru