Uang Saku Tak Jelas, 178 Atlet PON Sumbar Bakal Mengadu ke Gubernur

OLAHRAGA-244 hit

PADANG - Tentang belum jelasnya uang saku bulanan sebanyak 178 atlet Sumatera Barat yang dipersiapkan ke PON 2021 Papua, menjadi perhatian serius para atlet. Bahkan ada yang sudah menyampaikan ke Ketua KONI Sumbar, bahwa mereka akan mengadukan persoalan ini ke Gubernur Sumbar H. Mahyeldi, jika bulan Maret 2021 ini belum ada kejelasan.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum KONI Sumbar Syaiful saat ditemui media di Kantor KONI Sumbar di Padang, Selasa (9/3/2021), mengakui sudah menerima keluhan atlet termasuk rencana mereka mengadukan persoalan ini ke Gubernur Sumbar.

"Sebagai induk organisasi olahraga dan sekaligus lembaga yang memperjuangkan keperluan atlet, KONI Sumbar akan berupaya memberikan pengertian kepada atlet dan pelatih. Sehingga masalah ini jangan sampai ke Gubernur," tegas Syaiful.

Ditambahkan Syaiful, pihaknya terus melakukan dialog dan memberikan pengertian pada atlet dan pelatih soal keterlambatan uang saku bulanan ini.

Sebagaimana diketahui, sudah dua bulan sejak Januari 2021 belum menerima uang saku bulanan yang biasa ia terima. Parahnya lagi, mereka juga tidak mendapat kejelasan perihal uang saku bulanan tersebur. Padahal mereka sangat membutuhkan uang bulanan tersebut, untuk menunjang program latihan yang mereka hadapi. Tak hanya itu, 58 pelatih yang menggembleng atletnya juga belum menerima hal yang sama.

Sehingga total 236 atlet dan pelatih terpaksa berlatih dengan uang pribadi, padahal ia bakal membela Provinsi Sumbar di ajang PON XX 2021 Papua yang bakal digelar Oktober 2021 ini.

Untuk diketahui, Atlet Ranah Minang yang dipersiapkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 di Provinsi Papua, biasanya mendapat uang saku bulanan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar.

"Hingga saat ini kami masih belum mendapat kejelasan terkait uang saku bulanan yang kami terima. Sudah dua bulan. Biasanya kami menerima uang saku setiap bulan dari KONI Sumbar," ucap Elvi Siska atlet gulat Sumbar.

Disambung Siska, uang saku bulanan dari KONI Sumbar sangat dibutuhkan atlet, untuk membeli asupan gizi untuk menjalani latihan. Apalagi di masa pandemi, tidak ada pemasukan lain yang diharapkan.

"Saat ini mama saya yang membantu uang untuk membeli asupan gizi untuk latihan. Saya sedang konsentrasi latihan sekaligus menamatkan pendidikan S.2 di UNP. Oleh karena itu sangat diharapkan KONI Sumbar bisa memberikan uang bulanan atlet,"terangnya.

Ketua Umum KONI Sumbar Syaiful, membenarkan tentang belum cairnya uang saku bulanan atlet PON Sumbar selama dua bulan belakangan.

"Penyebabnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar belum mencairkan anggaran atlet tersebut Jadi kami tidak bisa bayarkan," ujar advokad senior ini kepada media di Padang, Senin (8/3/2021).

Syaiful juga tidak tahu apa alasan Dispora Sumbar sampai ini, kenapa anggaran untuk atlet tidak bisa dicairkan hingga sekarang. (MR)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru