Jawaban di Balik Kisah Ketabahan Nabi Ayyub Alaihissalam

HIKMAH-128 hit

Assalamu'alaikum, Sahabat Dermawan.

Kisah Nabi Ayyub dengan segala kesabarannya atas ujian dan penyakit yang menimpanya bukan cerita yang asing bagi kita sebagai umat Islam.

Cerita ini banyak dikisahkan baik di buku pelajaran, cerita anak, sampai menjadi kisah yang sering di ceritakan oleh guru ngaji di surau-surau jaman dulu.

Baca Juga


Namun pernahkah sahabat berpikir?

Mengapa selama 18 tahun di dera cobaan yang luar biasa, dengan tubuh yang dipenuhi luka, nanah, dan belatung, Nabi Ayyub tetap tabah menerima ujian ini?

Mungkin sahabat berpikir jawabannya karena beliau adalah seorang Nabi.

Sehingga tingkat ketakwaan serta kesabarannya beribu-ribu kali lipat jauhnya dibandingkan kita manusia biasa.

Namun bukan itu jawabannya, Jawabannya telah Allah firmankan dalam surah Al-Anbiya ayat 84.

"Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Rabbnya: _"(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Rabb Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang."_ Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah."_ (QS. Al-Anbiya': 83-84)

Ketabahan Nabi Ayyub dalam menghadapi ujian memang sudah Allah Ta'ala gariskan sebagai suri tauladan umat manusia selanjutnya dalam menyikapi ujian dan cobaan yang Allah berikan.

Pada bagian *_" sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah "_*

Allah menegaskan bahwa cobaan berupa penyakit, kesusahan, dan kepayahan merupakan salah satu rahmat Allah yang tetap harus di syukuri.

Dan rasa syukur itu ditunjukkan dengan sikap sabar dan tabah dalam menerima dan menghadapi ujian.

Allah Ta'ala berfirman: _"Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baiknya hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah)."_ (Q.S Shad: 44)

Sebaik-baiknya hamba, adalah hamba yang bersabar dan ridho atas segala ketetapannya.

Jangan pernah berputus asa atas rahmat Allah, karena ketika Allah menguji seorang hamba dengan kepayahan dan kesedihan, tidak lain hanya untuk meningkatkan derajat hamba tersebut di sisi-Nya.

Share info kebaikan ini ke saudara muslim lainnya, semoga ini menjadi ladang amal dan dakwah bagi kita semua.

_Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh_

*Informasi selengkapnya dapat memilih salah satu kontak layanan dibawah ini:*

SMS Center : 0811 668 0074

WA: bit.ly/LayananKonfirmasiAksiCepatTanggap

Careline : 0751-897 1974

Loading...

Komentar

Berita Terbaru