Pihak MIN 4 Solsel Berharap Adanya Pengamanan Aliran Batang Bangko dan Pembangunan Jembatan

PERISTIWA-445 hit

PADANG ARO - Warga sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Solsel di Jorong Batu Bajarang Nagari Luak Kapau Alam Pauh Duo, masih cemas dengan ancamam sungai batang bangko.

Pasalnya jika musim hujan, Sungai Batang Bangko yang persis dekat dengan bangunan madrasah itu sering membesar. Bahkan setiap meluap dan derasnya sungai Batang Bangko itu, selalu membawa material potongan kayu dan bebatuan besar.

"Hal itu sudah pasti akan mengancam bangunan madrasah. Tidak itu saja, lahan sawah masyarakat di dekat bangunan madrasah juga menjadi sasaran sungai Batang Bangko itu," kata Kepala MIN 4 Solsel, Rahmadan, S.Pd.I kepada Berita Minang , Senin (1/3/2021).

Baca Juga


Makanya, warga madrasah dan masyarakat disekitarnya sangat berharap adanya pengamanan alur sungai di sepanjang jorong Batu Bajarang itu, terutama disekitar area madrasah. Sehingga lahan sawah dan bangunan madrasah tidak terancam lagi, jika meluapnya sungai Batang Bangko tersebut.

Selain masalah perlunya pengamanan alur sungai Batang Bangko di Jorong Batu Bajarang itu, pihak madrasah juga sangat berharap adanya pembangunan jembatan yang menghubungkan dua nagari tersebut, yang sampai saat ini masih jembatan darurat, sejak rusak/putus akibat bencana banjir tahun 2019 lalu.

"Kondisi jembatan darurat di Batu Bajarang (Bangko Besar) ini semakin memprihatinkan, selain sudah lapuk juga bantalan tengah jembatan itu sudah patah," tambah Rahmadan yang didampingi salah seorang guru kelas IV MIN 4 Solsel itu, Rabiuawal.

Jembatan Batu Bajarang ini, selain akses untuk masyarakat dua nagari juga menjadi sarana terdekat bagi anak-anak dan guru yang berasal dari arah Nagari Kapau Alam Pauh Duo.

Artinya jembatanan Batu Bajarang ini menjadi kebutuhan berbagai kepetingan banyak masyarakat, pegawai, guru dan anak sekolah di Nagari Luak Kapau Alam Pauh Duo dan Nagari Kapau Alam Pauh Duo.

"Jadi dua jembatan ini, menjadi sarana vital dua nagari bagi berbagai kalangan masyadakat. Apalagi di jorong Batu Bajarang ini ada dua sarana pendidikan, yaitu MIN 4 Solsel dan Ponpes Andalusia," tambah Rahmadan.

Menurut Rabiulawal, dirinya bersama guru dan siswa pernah menempuh jalan memutar arah ke pinang awan, dengan jarak tempuh lebih kurang 15 km, saat dua jembatan yang menjadi penghubung ke Jorong Batu Bajarang ini putus total akibat bencana banjir dulu.

"Sekarang dua jembatan itu dibuat darurat, satu jembatan arah ke Kapau Alam Pauh Duo, satu lagi jembatan arah ke Pekan Selasa," tambah Rabiulawal.

Kedepan, melalui suksesi kepemimpinan Solsel yang baru, Rahmadan, Rabiulawal maupun masyarakat di Jorong Batu Bajarang sangat berharap dibangunnya jembatan tersebut.

Sementara itu Plt. Kadis PU Solsel, Yolly Hirlandes Putra mengatakan bahwa tahun ini melalui anggaran APBD 2021, hanya jembatan Batu Bajarang di Bangko Kecil Nagari Luak Kapau Alam Pauh Duo tahun yang akan dibangun dengan dana sebesar 8 milyar.

"Kalau jembatan Batu Bajarang di Bangko Kecil sudah pasti di bangun tahun ini, sedangkan jembatan Batu Bajarang Bangko Besar, rasanya tidak ada dibangun," kata Yoly.

Ditempat terpisah Plt. Camat Pauh Duo, Desmarni maupun Pj. Wali Nagari Luak Kapau, Rapilus mengungkap hal yang sama, bahwa tahun ini rasanya jembatan Batu Bajang di Bangko Besar tahun ini tidak termasuk dalam anggaran pembangunan.

"Makanya atas nama masyarakat, pihaknya sangat berharap pada tahun nanti, jembatan tersebut dapat menjadi prioritas untuk dibangun baru pula," kata Desmarni maupun Rapilus.

Desmarni menambahkan, selain menjadi kebutuhan anak sekolah, jembatan itu juga menjadi berbagai kebutuhan untuk masyarakat dua nagari di Kecamatan Pauh Duo itu. AA

Loading...

Komentar

Berita Terbaru