Nekat Menambang Dibantaran Batang Ombilin, 8 Penambang Diamankan Polisi

SAWAHLUNTO - Nekat menambang di bantaran Batang Ombilin, Tepian Tanang, Desa Siambalau, Kecamatan Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat, 8 warga penambang emas liar terpaksa berurusan dengan penegak hukum Kepolisian Resor Sawahlunto. 7 ditahan dalam sel Mapolres dan 1 orang dilakukan tahanan rumah karena mengidap gangguan jiwa.

Kedelapan penambang emas illegal tersebut terendus polisi pekan lalu (16/2/2021), saat mereka melakukan aktivitas penambangan emas di lokasi. Dan kini, warga dengan inisial I, RY, RA, BY, AF, I, BDS dan JA, tengah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut di Mapolres setempat.

Hal itu diungkap Kapolres Sawahlunto AKBP Junaidi Nur,SH,SIK melalui press release dan hubungan telepon yang disampaikan Kasat Reskrim Iptu Roy Sinurat kepada wartawan beritaminang.com di Sawahlunto, Rabu (24/2/21) siang. Kapolres Junaidi Nur mengatakan, para penambang melakukan aktivitas penambangan dijalur sungai menggunakan kapal ponton, pompa air, dan peralatan lain.

"Para penambang tanpa izin dibantaran sungai itu sudah kami amankan sebanyak 7 orang di Mapolres untuk proses hukum lebih lanjut, berikut barang bukti 4 unit ponton, 4 unit pompa air, tabung kompresor, dan sejumlah peralatan lain. Sementara laki-laki berinisial BY sesuai instruksi Kapolres dan aturan hukum dikenakan tahanan rumah karena diduga memiliki kelainan jiwa yang dibuktikan surat keterangan dokter jiwa." tutur Roy di melalui telepon.

Dalam keterangan kepolisian, peristiwa penangkapan penambang emas illegal tersebut bermula dari turunnya anggota Sat Reskrim pada pukul 12.30 WIB hari Selasa 16 Februari 2021 lalu, dibawah pimpinan Kbo Sat Reskrim Polres Sawahlunto Iptu Saipul Anwar,SH.

Para pelaku menurut Iptu Roy Sinurat dikenakan sangsi hukum Pasal 158 Undang Undang No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang berbunyi, setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR, atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 Ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 Ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau Ayat (5) dipidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 milyar. (iyos)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru