Besok, Kabupaten Solok Selatan Sudah Terima Vaksin Covid-19

KESEHATAN-319 hit

Padang Aro - Jika tidak ada halangan, besok Rabu (27/1/2021) Kabupaten Solok Selatan sudah terima vaksin Covid-19 dari Pemerintahan Provinsi Sumbar.

" Dijadwalkan, vaksin dikirim dari Bandung 24 Januari 2021 ke Sumbar, diperkirakan sampai di Padang hari ini (Selasa-red) . Jika tidak ada kendala, maka distribusi vaksin untuk Solok Selatan sudah bisa dilakukan besok," kata Kepala Dinas Kesehatan Solsel, Dr. H. Novirman, Selasa (26/1/2021).

Dijelaskannya, Kabupaten Solsel pada tahap pertama dijatah sebanyak 2.040 dosis vaksin Covid-19, dengan peruntukan yang akan di Vaksinasi tim kesehatan dan pejabat publik esensial.

Baca Juga


Pada tahap pertama, tarmen kedua program vaksinasi, Solok Selatan kebagian 2.040 dosis vaksin. Pada tahap awal ini pemberian vaksin akan diutamakan untuk SDM kesehatan dan pejabat publik esensial.

"Sasaran penyuntikan vaksin Covid-19 di Solok Selatan total sebanyak 1.004 SDMK dan 10 orang pejabat publik esensial di tahap awal ini," jelasnya.

Menurutnya program vaksinasi ini penting untuk mengurangi resiko terpapar Covid-19. Demi mensukseskan pelaksanaan vaksinasi ini, pihaknya aku Novirman, akan lakukan sosialisasi mulai dari tingkat kabupaten hingga nagari. Menyebarkan luaskan ke publik akan pentingnya program ini demi kesehatan bersama.

Meski begitu tambahnya, tidak semua orang bisa disuntik vaksin Covid-19 dengan sejumlah alasan. Sesuai SK Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes No. HK. 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19 katanya, terlampir beberapa kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan suntik vaksin.

Pertama yaitu, kelompok orang terkonfirmasi menderita Covid-19, sedang hamil atau menyusui dan orang yang mengalami gejala ISPA, seperti batuk, pilek, sesak napas dalam 7 hari terakhir.

Lalu, orang-orang yang ada anggota keluarga serumah teridentifikasi kontak erat atau suspek atau konfirmasi atau sedang dalam perawatan karena penyakit Covid-19 sebelumnya. Sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah. Menderita penyakit jantung semacam gagal jantung atau penyakit jantung koroner.

Kemudian penderita penyakit autoimun sistemik (SLE atau lupus, Sjogren, vaskulitis) dan autoimun lainnya. Penderita penyakit ginjal semacam penyakit ginjal kronis atau sedang menjalani hemodialysis atau dialysis peritoneal atau transplantasi ginjal atau sindroma nefrotik dengan kortikosteroid. Penderita penyakit Reumatik Autoimun atau Rhematoid Arthritis. Penderita penyakit saluran pencernaan kronis dan penderita penyakit hipertiroid atau hipotiroid karena autoimun.

Termasuk penderita penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais atau defisiensi imun, dan penerima produk darah atau transfusi. Bila berdasarkan pengukuran tekanan darah didapati hasil 140/90 atau lebih. Penderita HIV dengan angka CD4 kurang dari 200 atau tidak diketahui.

Sementara, jika berdasarkan pengukuran suhu tubuh calon penerima vaksin sedang demam, yakni memiliki suhu tubuh 37,5 derajat Celcius atau lebih, vaksinasi Covid-19 diarahkan untuk ditunda. Penundaan sampai orang tersebut sembuh dan terbukti bukan menderita Covid-19, serta dilakukan skrining ulang pada saat kunjungan berikutnya.

Vaksinasi juga perlu ditunda bagi penderita penyakit paru, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), atau TBC sampai kondisi pasien terkontrol baik. Untuk pasien TBC dalam pengobatan dapat diberikan vaksinasi minimal setelah dua minggu mendapatkan obat anti tuberkulosis (OAT). Bagi penderita diabetes tipe 2, juga dapat diberikan vaksinasi kalau kondisinya terkontrol dan HbA1C di bawah 7,5 persen. (AA)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru