SMK N 5 Solok Selatan akan Melaksanakan Praktik Kerja Industri

PENDIDIKAN-321 hit

PADANG ARO - Ratusan siswa SMK Negeri 5 Solsel bakal melakukan Praktik Kerja Industri (Prakerin) ke berbagai Dunia Usaha (DU) dan Dunia Industri (DI) pada tahun ini.

"Sesuai dengan kondisi wabah pendemi Covid-19 yang masih terjadi, sasaran untuk tempat Prakerin sebanyak 116 orang siswa dari tiga jurusan di sekolah itu, hanya mitra kerja sekolah atau DU/DI yang ada di Sumbar saja," ungkap Kepala SMK Negeri 5 Solsel, Hendrimon, S.Pd., dihadapan orang tua murid yang anaknya akan prakerin tahun ini.

Hadir dalam musyawarah tersebut Ketua Komite, Yon Karnedi Dt Rajo Mulia dan pengurus komite lainnya, Ketua Pelaksana Prakerin Tahun Pelajaran 2020/2021, Riko Mulyadi, S.T., M.Kom., bersama palaksana lainnya.

Baca Juga


"Diharapkan para orang tua untuk turut terlibat mendukung pelaksanaan Prakerin, agar anak-anak kita maksimal mendapat ilmu di berbagai DU/DI tempat mereka melaksanakan prakerin," harap Hendrimon.

"Sehingga siswa yang lulus nanti betul-betul mandiri atau bisa bekerja sesuai ilmu yang sudah diperoleh di sekolah. Meski demikian Hendrimon sangat berharap pada orang tua murid untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, " harapnya.

Sementara itu, Ketua Komite, Yon Karnedi mengapresiasi pihak sekolah yang telah mengajak seluruh orang tua murid untuk terlebih dahulu adanya kesepakatan antara orang tua siswa dengan pihak sekolah dan panitia prakerin terkait berbagai usulan biaya dan tanggung jawab orang tua.

"Jadi, selaku perpanjangan tangan orang tua murid, kami komite tidak serta merta mau menandatangani segala bentuk biaya dan tanggung jawab orang tua untuk pelaksanaan prakerin, " tambah Yon Karnedi.

"Jadi setelah orang tua, sepakat dan setuju terkait berbagai biaya pelaksanaan prakerin siswa pada tahun ini, barulah pihak Komite Sekolah mau menandatangani surat kesepakatan dan biaya pelaksanaan," pungkas Yon Karnedi.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Prakerin SMK Negeri 5 Solsel, Riko Mulyadi didampingi Andi menjelaskan, bahwa 161 orang siswa yang akan prakerin itu berasal dari jurusan Teknik Isolasi Tenaga Listrik (TITL) 46 orang, Teknik Komputer Jaringan (TKJ) 58 orang, dan jurusan Teknik Elektronika Industri (TEI) sebanyak 12 orang.

Riko menjelaskan, bahwa selain anak-anak akan ditempatkan di DU/DI yang sudah menjadi mitra sekolah, para orang tua juga diberi kesempatan untuk mencari tempat anak mereka untuk bisa melaksanakan praktek.

Hal itu, selain untuk memberikan kemudahan pada orang tua agar bisa mengontrol anak, juga akan menjadi nilai tambah bagi sekolah untuk menambah kemitraan dalam kegiatan prakerin.

"Meski demikian semua itu harus disesuaikan dengan jurusan anak mereka di sekolah. Jadi bukan asal mendapat tempat untuk bisa melakukan prakerin saja," jelas Riko.

Terkahir, baik Riko maupun Andi menambahkan, bahwa segala beben biaya yang dibutuhkan untuk terlaksananya prakerin siswa, pihak sekolah akan membantu separohnya lewat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Sehingga, orang tua tidak terlalu terbebani dengan biaya untuk pelaksanaan prakerin siswa di SMK N 5 Solsel itu.

"Sementara kegiatan prakerin itu sendiri akan dilaksabakan pada bulan Juli nanti. Menjelang dilakukan prakerin, anak-anak masih akan di optimalkan lagi belajarnya, karena sebelumnya kegiatan PBM maupun praktek sekolah terkendala oleh wabah pendemi Covid-19, dimana kegiatan sekolah yang dibatasi, " demikian Riko Mulyadi. AA

Loading...

Komentar

Berita Terbaru